Antisipasi Pemudik Yang Nekat, Penjagaan Daerah Perbatasan Diperketat

608
Aparat gabungan saat menjaga perbatasan di wilayah Depok-Jakarta

Maronda | jurnaldepok.id
Petugas menerapkan langkah persuasif saat melakukan tindakan pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Depok tahap dua.

Kasat Lantas Polrestro Depok, Kompol Sutomo mengatakan, menindaklanjuti kebijakan perpanjangan PSBB untuk wilayah Depok, beberapa langkah disiapkan jajaran Satlantas Polres Metro Depok.

“PSBB fase kedua mulai dari 29 April hingga 14 Mei 2020, kami kedepankan langkah persuasif, humanis, dan semangat bagi para anggota yang berjaga di pos check point,” ujarnya, Rabu (29/4).

Untuk jumlah anggota yang disiagakan jajaran Satlantas mengerahkan 100 personel untuk disebar ke 22 titik pos check point di Depok.

“Ada penambahan dua Pospam dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2020 Cegah Covid-19 didirikan di pintu keluar Terminal Jati Jajar dan Jalan Pemda Desa Bambu Kuning Bojong Gede,” katanya.

Dia mengungkapkan, sasaran untuk kali ini masih tetap sama penggunaan masker, pembatasan penumpang, menggunakan sarung tangan, dan menjaga jarak physical distancing.

“Kami juga melakukan upaya pencegahan masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman di perbatasan baik motor, mobil, maupun angkutan barang jika ketahuan sembunyi-sembunyi akan kita putar balikkan kembali,” tuturnya.

Sutomo menambahkan, PSBB sebelumnya sudah berjalan maksimal dan masyarakat mematuhi segala anjuran pemerintah terkait PSBB.

“Sudah 100 persen pengendara mobil maupun motor pada PSBB sebelumnya mematuhi segala peraturan yang ada, misal wajib bermasker dan sarung tangan lalu pembatasan penumpang bagi kendaraan mobil pribadi maupun angkutan barang,” katanya.

Sutomo mengimbau kepada masyarakat khususnya warga Depok untuk PSBB yang diperpanjang pemerintah daerah ini dapat ditaati dan dijalani bersama guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 untuk kebaikan semua. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here