Melawan, Perampok Minimarket di Cipayung Ditembak Mati Polisi

253
Aparat kepolisian saat menunjukkan barang bukti hasil perampokan di minimarket

Margonda | jurnaldepok.id
Satu tersangka pelaku perampokan minimarket di Kampung Bulak Barat, Cipayung, ditembak mati karena melawan saat ditangkap aparat Kepolisian.

Kapolresta Depok, Kombes Azis Andriansyah kepada wartawan mengatakan, tersangka SMI alias Ibe melakukan perlawanan saat ditangkap dan diberi tindakan tegas dan terukur.

“Sedangkan dua pelaku lainnya AIH alias Ibra, ditembak bagian kaki dan MFR alias Acong, ditangkap di persembunyiannya. Dari tangan pelaku, anggota kami menemukan barang hasil kejahatan yang dijadikan barang bukti,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan kasus tersebut terjadi pada 15 April 2020 di salah satu minimarket di Cipayung.
Kala itu, para pelaku yang sudah mengintai minimarket berpura-pura mengambil uang di mesin ATM di dalam minimarket tersebut.

“Pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB ketika mereka menghitung uang hasil penjualan di minimarket tersebut, tiba-tiba datang tiga orang masuk ke dalam. Selanjutnya, para pelaku langsung menyandera para karyawan minimarket dan menodongnya dengan senjata tajam jenis celurit,” paparnya.

Pelaku yang berjumlah empat orang memaksa karyawan minimarket yang berjumlah tiga orang untuk menunjukan tempat penyimpangan uang.

“Akhirnya ditunjukan di lantai dua. Setelah mereka dapat uang sebesar Rp 30 juta, kemudian oleh para pelaku ini para korban dikumpulkan dan tetap diancam dan mereka langsung dimasukan ke kamar mandi dan diancam enggak boleh keluar. Setelah itu, para pelaku berhasil melarikan diri,” katanya.

Pihak minimarket langsung membuat laporan polisi ke Polres Metro Depok dan Polres bersama Polda Metro Jaya menyelidiki kasus tersebut. Sekitar satu pekan setelah beraksi, para pelaku berhasil ditangkap polisi.

“Satu pelaku melakukan perlawanan menggunakan celurit sehingga polisi memutuskan untuk menindak tegas pelaku dengan cara menembak. Pada saat penangkapan, mereka membawa celurit dan melakukan perlawanan. Salah satu pelaku yang menyerang anggota kami dilakukan tindakan tegas akhirnya satu orang meninggal dunia dan lainnya tertangkap,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 369 KUHP. Para tersangka terancam hukuman 9 tahun penjara. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here