Selama Penerapan PSBB, Kecelakaan Lalulintas Diklaim Menurun

39
Petugas kepolisian saat membantu korban kecelakaan ringan

Margonda | jurnaldepok.id
Selama masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi Covid 19, jumlah angka kecelakaan lalu lintas di Kota Depok dikatakan menurun.

Kasat Lantas Polrestro Depok, Kompol Sutomo mengatakan selama penyebaran virus Covid 19 berdampak menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Depok.

“Dari data perbandingan bulan Februari ke Maret, dimana mulai tersebar virus corona terjadi penurunan untuk data kecelakaan lalu lintas sekitar tujuh persen. Dari bulan Februari ada 63 laporan, sementara Maret menjadi 59,” ujarnya, Rabu (22/4).

Sementara itu untuk data di April bertepatan mulai pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2020, Sutomo menyebutkan tidak ada laporan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Depok.

“Selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2020 dari anggota Unit Laka belum ada kejadian kecelakaan. Dikarenakan berdampak pandemi virus Covid 19 ini warga lebih baik berdiam diri di rumah dari pada keluar, sehingga jumlah kendaraan sepi berpengaruh terhadap mengurangi kecelakaan,” paparnya.

Terpisah Kanit Laka Lantas Polrestro Depok, AKP Rasman menambahkan, rata-rata kejadian Laka dapat menurun, di bulan Maret karena penyebab faktor Out & Off Control (OOC)

“Masih didominasi kejadian Laka sepeda motor. Dengan titik rawan kecelakaan Jalan Raya Bogor, Jalan Margonda, dan Jalan Raya Parung – Ciputat (Bojongsari). Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya pengendara umum agar tetap menjaga keselamatan berlalulintas dan tetap menggunakan kelengkapan berkendara di jalan,” tandasnya.

Selain marak virus Corona, masyarakat diminta untuk tetap dirumah, menggunakan masker, jaga kebersihan dan Psychcal Distancing jaga jarak aman 1 hingga 2 meter di tempat umum serta hindari kerumunan massa.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan corona covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, menyebut, telah terjadi lonjakan volume kendaraan pada awal pekan kedua, diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dadang menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan lalu lintas dari pekan pertama diberlakukannya PSBB, tanggal 15 April sampai dengan 19 April 2020, sempat terjadi penurunan volume kendaraan sebesar 11,43 persen.

“Tetapi pada tanggal 20 April 2020 sampai dengan hari ini, telah terjadi peningkatan kembali volume kendaraan (mobil dan motor),” katanya.

Pihaknya mensinyalir, kondisi itu terjadi akibat adanya perpindahan pengguna moda transportasi kereta, ke moda transportasi mobil dan motor.

“Di samping itu masih banyaknya kantor dan perusahaan di Jakarta masih beraktivitas,” ungkapnya.

Selanjutnya pada masa PSBB ini, rata-rata pelanggaran pengguna jalan yang ditemukan yakni tidak menggunakan masker dan sarung tangan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here