Imbauan Selama Ramadhan Agar Tarawih di Rumah, Warga Merasa Sedih

253
H Asnawi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Menyikapi suasana bulan ramadhan ditengah-tengah pandemi Covid 19, Kantor Kementerian Agama Kota Depok mengambil langkah-langkah antisipatif menghadapi kegiatan ibadah di bulan Ramadan 1441 H. Salah satunya adalah pelaksanaan Shalat Tarawih.

Sebagaimana dimaklumi, bahwa semarak ramadan tidak terlepas dari adanya Shalat Tarawih, biasanya umat Islam berduyun-duyun ke masjid dan mushola selepas mendengar pengumuman pemerintah melalui sidang isbat tentangn penetapan awal ramadan atau puasa.

Hanya, ramadan tahun ini agak berbeda, disebabkan adanya Covid 19. Oleh karena itu Kemenag Kota Depok mengantisipasi dengan cara memberi panduan bahwa ibadah Shalat Tarawih yang biasa dilakukan di masjid dan mushola sekarang dilakukan di rumah bersama keluarga inti saja.

“Betul, Kementerian Agama membuat Surat Edaran no 6 tahun 2020, yang salah satu intinya meminta unat muslim untuk tidak melakukan Shalat Tarawih di masjid dan mushola, tetapi dilaksanakan di rumah bersama keluarga inti saja. Hal ini dalam rangka menjaga agar Covid 19 tidak terus menyebar melalui kumpulnya banyak orang,” ujar H Asnawi, Kepala Kemenag Kota Depok, Rabu (22/4).

Asnawi menambahkan, bahwa himbauan tersebut sudah dirapatkan dengan seluruh Ormas Islam di Kota Depok seperti MUI, PCNU dan PD Muhamnadiyah.

“Intinya mereka mendukung imbauan pemerintah tersebut. Bahkan KH. A. Dimyati Badruzaman, selaku Ketua Umum MUI Depok sangat setuju pelaksanaan Shalat Tarawih dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari tertularnya virus corona. Insya Allah tidak mengurangi pahala ibadahnya,”paparnya menyampaikan pembicaraan Dimyati.

Senada dengan itu, sambungnya, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kemenag Depok, H. A. Fakhrudin juga sedang menyusun panduan teknis apabila Shalat Tarawih dilaksanakan di rumah.

“Kami sedang membuat panduan khusus atau kaifiyat/tatacara melaksanakan Shalat Tarawih di rumah. Atas permintaan Kepala Kemenag Kota Depok, agar umat muslim tidak bingung menjalankannya,” tandas Fakhrudin.

Dengan adanya panduan itu, diharapkan ummat muslim tidak ribut dan tetap tenang dalam menjalankan ibadah ramadan.

“Semoga dan kami berharap agar virus corona cepat berlalu. Sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah ramadhan dengan tenang dan khusyuk,” jelasnya.

Salah seorang warga Sawangan, Maman mengaku merasa sedih ketika ada imbauan agar Shalat Tarawih dilakukan di rumah saja.

“Ya pasti sedih, karena Shalat Tarawih berjamaah sudah menjadi rutinitas di bulan Ramadhan. Di sisi lain kita juga harus memutus rantai penyebaran corona. Memang dilemetis jadinya,” ungkapnya.

Curahan hati Maman mungkin mewakili sebagian ummat muslim yang harus menjalankan ibadah Ramadhan di rumah saja pada tahun ini. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here