Data Sebaran Positif Corona di Wilayah Kelurahan Cinere Diragukan

357
Ahmad Jayadi

Cinere | jurnaldepok.id
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Ahmad Jayadi mengaku meragukan validitas data sebaran positif corona yang dirilis oleh Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Kota Depok yang melansir Kelurahan Cinere sebagai kelurahan tertinggi dalam sebaran positif Covid 19.

Dikatakan Jayadi, ada beberapa faktor penyebab mengapa pihaknya meragukan data yang dikeluarkan oleh Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Kota Depok diantaranya, dugaan warga terpapar Covid yang berada diluar wilayah Kelurahan Cinere dimasukkan dalam data Cinere hanya karena korban tinggal di perumahan yang menggunakan embel-embel nama Cinere.

“Kami meragukan validitas data yang dirilis oleh Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Kota Depok bukan tanpa alasan, karena kami sempat menemukan data seorang warga yang tinggal di Perumahan Vila Cinere Mas yang berlokasi di wilayah Cirendeu Tangerang Selatan, data dimasukkan dalam data Kelurahan Cinere, ini yang kami khawatirkan karena banyak sekali perumahan di luar wilayah Cinere yang menggunakan nama Cinere,” ujar Jayadi, kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ditegaskan Jayadi, masuknya data warga Perumahan Vila Cinere Mas yang belokasi di wilayah Cirendeu Tangsel dalam data Kelurahan Cinere merupakan satu bukti yang membuat pihaknya meragukan data sebaran Covid 19 yang dirilis pada tanggal 17 April oleh Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Kota Depok.

“Itu baru satu contoh, dan bukan mustahil ada lagi warga perumahan lain yang menggunakan nama Cinere namun berada diluar wilayah Cinere terdata positif Covid 19,” paparnya.

Pernyataan senada disampaikan oleh salah satu Tokoh Muda Cinere, Ahmad Gozali. Ia juga mengaku meragukan data Satgas Covid 19 Kota Depok.

“Saya kurang yakin dengan akurasi data yang dibuat oleh Satgas Covid 19 Kota Depok, dan sama saya juga mencurigai adanya data positif corona dari warga perumahan yang menggunakan nama Cinere tapi letaknya bukan di wilayah Cinere,” tandas Gozali.

Terkait hal ini, Gozali meminta agar perumahan di luar wilayah Cinere yang mengutip embel- embel nama Cinere agar namanya diganti dan menghilangkan kutipan nama Cinere nya.

“Puluhan perumahan di berapa kecamatan di luar Cinere, seperti di Kecamatan Limo, Beji, Pancoran Mas bahkan di wilayah Tangsel masih mencatut nama Cinere, ini sangat memungkinkan menjadi penyebab kesalahan pada penginputan data,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Camat Cinere, Manguluang Mansur lebih menekankan pada peningkatan kesadaran agar mematuhi aturan pemerintah untuk tetap berada di rumah, menerapkan PHBS dan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak (Social Distancing).

“Terlepas dengan validitas data Satgas Covid 19 Kota Depok, namun disisi lain tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak masyarakat tidak mengindahkan anjuran kesehatan dari pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid 19, sehingga penyebarannya masih terus bertambah,” ungkap Agung, sapaan akrab Manguluang Mansur.

Penyataan senada disampaikan oleh Lurah Cinere, Pupung Purwawijaya. Pupung enggan membahas soal data yang dirilis Satgas Covid 19 Kota Depok, namun dirinya lebih fokus pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah dan Satgas Covid 19 agar perkembangan wabah corona dapat ditekan.

“Kalau bicara data, itu kewenangan Satgas Tugas Covid 19 Kota Depok, kami hanya akan fokus pada upaya menggiatkan sosialisasi dengan mengoptimalkan petugas di Kampung Siaga Covid dan sejumlah elemen masyarakat,” tutup Pupung. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here