Ratusan Mahasiswa UI jadi Relawan Bantu Tenaga Medis Atasi Covid 19

31
Mahasiswa UI memakai APD saat menjadi relawan

Beji | jurnaldepok.id
Ratusan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dikerahkan menjadi relawan untuk menangani pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit.

Ada kisah menarik dibalik aksi kemanusiaan yang mereka lakukan saat ini. Seperti yang dikisahkan Sri Agustin Tabara, Mahasiswa Magister Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) dan Sofina Izzah, Mahasiswa Program Profesi Ners FIK UI yang bertugas di Rumah Sakit UI (RSUI).

Mereka terpanggil menjadi relawan karena rasa kemanusiaan yang tinggi. Mereka pun mendaftar ketika ada informasi pembukaan.

“Saya mendapat informasi bahwa RSUI membuka panggilan menjadi volunteer. Untuk itu saya mendaftarkan diri secara kolektif melalui Pusat Krisis FIK UI,” kata Sri Agustin salah satu relawan mahasiswa UI, kemarin.

Saat seleksi, dia menempuh sejumlah tahapan seperti seleksi administrasi, wawancara yang dilakukan secara online, serta skrining kesehatan.

Menurutnya, menjadi bagian dari penyelamatan kemanusiaan ini merupakan sebuah panggilan negara yang wajib dilakukan bagi dirinya yang adalah seorang perawat.

“Saya sangat terbebani ketika melihat meningkatnya kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan karena pasien terus bertambah dari hari ke hari,”katanya.

Ketika ditanyakan cara ia mengatur jadwal antara menjadi relawan dan mahasiswa yang tengah menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Sri menuturkan,

“Sejauh ini saya belum mengalami kendala berarti, saat harus berkuliah sambil menjadi relawan. FIK UI membebastugaskan mahasiswa berpartisipasi dalam kuliah online saat menjadi relawan, namun untuk tugas-tugas tetap dapat saya kerjakan di saat free,” ungkapnya.

Dalam seminggu, Sri bekerja selama 5 – 6 hari kerja, dimana per harinya menjalani satu shift.

Shift kerja terbagi dalam tiga yaitu, shift pagi dan shift siang masing-masing sebanyak 7 jam, dan shift malam sebanyak 12 jam.

Dia telah bergabung menjadi relawan sejak 6 April 2020, ditempatkan di Ruang Intensive Care Unit (ICU) COVID-19 yang langsung berhadapan dengan pasien.

Tugas Sri saat ini menjadi rekan kerja para perawat RSUI dalam memberikan perhatian kepada pasien dan membantu memenuhi segala kebutuhan pasien.

Bagi Sri, pengalaman paling berkesan selama bekerja sebagai relawan adalah melihat keadaan umum pasien yang semakin hari semakin baik.

Sri juga merasa bangga ketika memperoleh dukungan dari keluarga pasien maupun masyarakat.

“Hal tersebut merupakan ‘vitamin C’ bagi saya dan tenaga kesehatan serta tenaga medis lainnya. Juga merupakan sumber kekuatan dalam memberikan pelayanan yang terbaik,”katanya.

Sofina, relawan lainnya menuturkan menjadi perawat dalam masa pandemi ini adalah sebuah tindakan kepahlawanan bagi bangsa.

Saat ini Sofina juga ditempatkan di ICU RSUI yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19.

“Tidak ada kekhawatiran dalam menangani pasien COVID-19, mengingat kami telah diperlengkapi Alat Pelindung Diri,”katanya.

Dia mengatakan setiap harinya selama enam hari kerja, memperoleh shift kerja sebanyak delapan jam, dengan pembagian, sebanyak empat jam pertama saya bertugas di ruangan isolasi merawat pasien dengan APD lengkap. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here