Berdiri di Lahan Eks HGB, Lima Kios Tidak Memiliki IMB

117
Inilah lima kios yang berdiri di lahan eks HGB yang diduga tak miliki IMB

Limo | jurnaldepok.id
Maraknya bangunan liar di lahan eks HGB 7 disejajar Jalan Raya Limo menjadi sorotan sejumlah kalangan, pasalnya dengan status lahan garapan sudah dapat dipastikan puluhan bangunan kios dikawasan itu tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), termasuk lima unit kios yang sedang dibangun di Jalan Raya Limo Rt 07/02, Kelurahan / Kecamatan Limo.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Kantor Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, AA. Abdul Khoir mengatakan tidak memberikan rekomendasi perijinan untuk pembangunan lima kios baru di Rt 07/02, tersebut.

“Kami tidak bisa memberikan rekomendasi perijinan karena status lahannya,” ujar AA, kepada Jurnal Depok, kemarin.

Namun begitu, AA mengaku belum melaporkan prihal pembangunan lima unit kios baru di Rt 07/02, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, kepada pihak Satpol PP selaku institusi Penegak Peraturan Daerah (Perda).

“Kami belum melapor ke Satpol PP,” kata AA, singkat.

Menanggapi hal ini, Koordinator Forum Komunikasi Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FKA – LPM), Kecamatan Limo, Risani Pattisahusiwa, mengaku sangat menyesalkan lemahnya penindakan atas bangunan ilegal diatas lahan Eks HGB 7 sehingga berdampak terhadap menjamurnya bangunan liar di kawasan itu.

“Harusnya semua bangunan diatas lahan eks HGB 7 itu dibongkar karena jelas tidak ada dan tidak bisa dibuatkan IMB lantaran status lahannya, tapi kok dari dulu tidak ada penindakan yang tuntas sehingga muncul bangunan-bangunan baru termasuk bangunan lima kios yang sedang dikerjakan,” ungkap Risani.

Dia menambahkan, jika tidak ada tindakan tegas dan tuntas terhadap puluhan bangunan di lahan eks HGB 7, maka dapat dipastikan dalam waktu dekat lahan milik negara itu akan ludes dioptimalkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.

“Mungkin lahan-lahan itu sudah diperjual belikan, sehingga orang berani mendirikan bangunan meskipun tidak bisa mendapatkan IMB,” tutup Risani. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here