Belum Terima Bantuan, Sopir Angkot Gelar Aksi Mogok

91
Terlihat para sopir angkot saat melakukan aksi mogok

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Ratusan pengemudi Angkutan Kota trayek D 06 Jurusan Simpangan-Terminal Depok pada, Selasa (21/4) melakukan aksi mogok beroperasi.

Para pengemudi angkot lebih memilih memarkirkan kendaraanya di kawasan Simpangan, Jalan Tole Iskandar Sukmajaya. Mereka kompak tak beroperasi mengangkut penumpang karena Bantuan Langsung Tunai (BLT) belum cair sampai sekarang.

Koordinator aksi mogok, Mumu kepada wartawan mengatakan, aksi mogok beroperasi ini lantaran para sopir angkot sampai saat ini belum mendapatkan BLT.

“Kami dan kawan kawan belum dapat BLT mana bantuannya,” ujarnya, kemarin.

Dia bersama para sopir angkot lainnya ingin mendapatkan dana BLT untuk membantu kehidupan mereka yang ikut terdampak pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, sejak pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), pendapatan mereka menurun drastis seiring jumlah penumpang dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas maksimal jumlah penumpang.

Sekretaris Organda Kota Depok, M Hasyim mengatakan, ratusan sopir yang melakukan aksi mogok karena mereka belum mendapatkan BLT dari pemerintah.

Ada sekitar 2.000 sopir angkot di Kota Depok yang belum menerima BLT dan mereka menanyakannya penerimaan BLT tersebut.

“Masalah ini sudah kami laporkan ke dinas terkait Pemkot Depok yang berharap mereka mendapatkan BLT,”katanya.

Kepala Satuan Intel Polrestro Depok, Kompol Rony Wowor di lokasi aksi mogok sopir angkot menambahkan, ada sekitar 159 sopir angkot yang didata petugas.

“Dari jumlah tersebut, hanya sebanyak 70 sopir yang aktif,” jelasnya.

Selanjutnya, data itu sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Depok dan menunggu keputusan untuk pencairannya.

“Ini sudah didata, nanti akan kami tindaklanjuti karena mereka akan mendapat bantuan. Tetapi mungkin penjelasan waktunya saja yang akan dipastikan. Ada 159 (sopir), tapi yang aktif memang ada sekitar 60-70. Tapi semuanya 159 itu,” terang Rony.

Selanjutnya, polisi meminta para sopir angkot membubarkan diri guna menghindari kerumunan selama pemberlakuan PSBB dan kembali membubarkan diri karena mengundang kemacetan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here