Selama PSBB Digelar, 2.400 Pengendara Kendaraan Bermotor Melanggar

50
Petugas gabungan saat mengatur lalu lintas dalam penerapan PSBB

Margonda | jurnaldepok.id
Selama kurang lebih enam hari, sekitar 2.400 orang telah melangggar Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Sutomo kepada wartawan mengatakan angka pelanggaran terbanyak terjadi pada hari pertama dan kedua PSBB berlangsung di Kota Depok.

“Makin kesini angkanya makin turun. Totalnya sudah 2.400 orang yang sudah ditegur oleh anggota kami di lapangan,” ujarnya, kemarin.

Sutomo menuturkan, tingkat kesadaran warga akan pentingnya mematuhi aturan PSBB telah meningkat.

“Alhamdulillah PSBB hari keenam masyarakat Depok sangat mematuhi. Pelanggaran yang tak pakai masker sangat sedikit,” paparnya

Sutomo mengimbau, agar masyarakat tetap mentaati aturan yang berlaku selama kebijakan PSBB diberlakukan.

“Kami imbau tetap gunakan masker, jangan berboncengan satu motor dan jaga jarak bagi para penumpang mobil. Untuk mobil, bangku depan hanya untuk pengemudi saja,”katanya.

Sutomo juga mengingatkan, agar masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat serta jangan keluar rumah jika dirasa tidak ada kepeluan yang mendesak.

“Terkait arus lalu lintas, saat ini juga terpantau tidak seramai beberapa hari lalu,” tukasnya.

Aparat gabungan melakukan penjagaan di sebanyak 20 titik check point di Kota Depok.
Namun demikian, sampai saat ini petugas belum menerapkan sanksi bagi mereka yang melakukan pelanggaran, melainkan hanya berupa imbauan.

“Jika memang ada yang ketahuan tak memakai masker atau tak punya masker, kami sudah siapkan secara cuma-cuma,”katanya.

Sementara itu di lokasi lain tim gabungan membubarkan puluhan peserta lomba mancing gala tama ikan air tawar lele di empang Daud Fishing di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdiany kepada wartawan mengatakan, lomba mancing yang dimulai sejak pukul 19.00 hingga 02.00 WIB tersebut dinilai tidak mengindahkan aturan PSBB yang dikeluarkan Wali Kota Depok terkait pencegahan Covid -19.

“Kami terpaksa membubarkan arena pemancingan gala tama ikan lele di salah satu empang yang ada di Kelurahan Kalibaru, Cilodong, karena dikeluhkan warga sekitar terkait pengelola pemancingan tidak mentaati aturan PSBB yang berlangsung di Kota Depok untuk mencegah penyebaran Covid -19,” tadasnya.

Tindakan tersebut diambil setelah jajarannya menerima laporan masyarakat terkait aktivitas pemancingan yang mengadakan lomba gala tama di malam hari.

Bahkan, peserta pemancingan mencapai lebih dari 50 orang tanpa jaga jarak antara pemancing serta tidak memakai masker.

Setelah diingatkan dan diminta membubarkan diri oleh jajaran Satpol PP Kota Depok, akhirnya satu persatu warga yang mengikuti kegiatan lomba mancing gala tama ikan lele membubarkan diri.

“Kami juga memberikan teguran kepada pengelola kolam pemancingan tersebut, jika masih bandel akan kami tindak tegas,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here