Jelang PSBB, Gubernur Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran

705
Ridwan Kamil

Margonda | jurnaldepok.id
Rencana pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor, Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi (Bodebek) akan disertai dengan realisasi program Jaring Pengaman Sosial secara menyeluruh (Komprehensif).

Program tersebut akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan agar dampak sosial dan ekonomi akibat PSBB bisa tertangani.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan mengelompokkan warga terdampak COVID-19. Pertama, warga yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kemudian warga rawan miskin baru.

“DTKS ini mayoritas akan dibantu oleh APBN melalui kementerian-kementerian. Kemudian, ada kelompok dua yang namanya non di DTKS, yaitu mereka-mereka yang rawan miskin baru yang sebelumnya tidak masuk daftar bantuan,” ujar Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (12/4).

Warga rawan miskin baru, kata dia, terbagi dua yakni yang ber-KTP Bodebek dan perantau.

“Jadi kepada para perantau di lima wilayah ini jangan khawatir, anda tetap akan dibantu oleh Pemerintah Jawa Barat, pemerintah lima wilayah ini dan anda akan disamakan haknya selama anda memang berhak dan butuh bantuan, kami akan bantu,” imbuhnya.

Pemda Provinsi Jabar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 Triliun yang bersumber dari APBD untuk Program Jaring Pengaman Sosial, tujuannya, agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari semasa pandemi COVID-19.

Untuk mamastikan kelompok masyarakat penerima bantuan program itu tepat sasaran, Pemda Provinsi Jabar menginstruksikan para Ketua Rukun Tangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk melakukan pemetaan dan pendataan masyarakat kelompok miskin baru.

“Hari ini RT dan RW sedang melakukan pendataan, maka DTKS yang ada datanya dibantu, yang tidak masuk juga dibantu walaupun ber-KTP atau tidak ber-KTP wilayah tersebut, selama de facto memang bekerja, ngekos atau bekerja di situ,” ucap Emil.

Jangan sampai, kata dia, ada perantau karena alasan tidak ber-KTP di sana tidak dihitung sebagai yang dibantu.

“Selama ekonominya memang susah dan perlu bantuan, itu perlu kita bantu, tidak boleh ada orang warga Indonesia yang kelaparan di tanah Jawa Barat, siapapun itu, Insya Allah kami bantu,” tambahnya.

Dia mengatakan, selain Program Jaringan Pengaman Sosial yang digagas Pemda Provinsi Jabar, ada enam sumber bantuan bagi masyarakat Bodebek, pertama adalah Program Keluarga Harapan, kedua, Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), ketiga, Kartu Prakerja, kemudian, Bantuan Sosial dari Pemerintah pusat. Empat bantuan itu kata dia bersumber dari APBN.

“Kalau di kabupaten, mereka akan dibantu pertama kali oleh dana desa, sekitar 20 sampai 30 persen dana desa akan dipergunakan untuk membantu warga miskin baru karena COVID-19, dan yang keenam, baru Dana Sosial dari Provinsi yang (besarannya) Rp 500 ribu selama 4 bulan itu sudah siap, dan yang ketujuh, kalau masih kurang, akan di cover Dana Sosial dari Kota/Kabupaten di lima wilayah,” katanya.

Menurut Emil, pihaknya akan menggagas Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu, semua pihak, mulai dari BUMD, Mahasiswa, Perusahaan Swasta, sampai masyarakat umum, dapat ikut dalam gerakan tersebut, kemudian, akan ada dapur umum di setiap kelurahan di lima wilayah yang memberlakukan PSBB.

Dikatakan Emil, kehadiran Gasibu dan dapur umum bertujuan untuk memastikan semua masyarakat Jabar dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya dia berharap agar dua gerakan itu berjalan seraya meminta semua RW di Jabar, khususnya Bodebek, melaporkan dan mendata masyarakat yang memerlukan bantuan.

“Gerakan Nasi Bungkus ini dimaksudkan untuk mencover , jika bantuan sosial yang jumlahnya 7 masih ada yang terlewat, ada orang-orang lapar di jalan di Rt-RW, minimal perutnya tidak kosong, nanti akan ada dapur umum di Kelurahan-Keluruhan di lima daerah yang akan bagikan nasi bungkus kepada mereka yang kelaparan,” ucapnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here