Pemerintah Kota Depok Belum Bisa Terapkan PSBB Dalam Waktu Dekat

1713
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok hingga kini belum bisa menerapkan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB). Pasalnya, belum ada instruksi langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait hal tersebut.

“Kami jelaskan kembali bahwa usulan PSBB Kota Depok sudah disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat melalui surat wali kota Depok pada 7 April kemarin. Surat dan data-data sudah terkirim melalui pesan online dan fisik suratnya secara resmi disampaikan langsung kepada Gugus Tugas PP Covid-19 Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Barat,” ujar Mohammad Idris, Wali Kota Depok, Kamis (9/4).

Ia menambahkan, dalam surat tersebut diusulkan PSBB Kota Depok dan PSBB wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) agar terjalin sinergi kebijakan.

“Dalam surat tersebut juga dilampirkan data-data pendukung berupa kajian epidemiologi, yang terdiri dari data peningkatan jumlah kasus berdasarkan waktu, penyebaran kasus menurut waktu dan kejadian transmisi lokal,” paparnya.

Data pendukung lainnya adalah aspek kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial dan aspek keamanan. Berdasarkan informasi dari Provinsi Jawa Barat, data Kota Depok sudah lengkap.

“Perlu kami sampaikan, bahwa teknis PSBB di Kota Depok untuk semua sektor belum dapat disampaikan pada saat ini, mengingat status PSBB Kota Depok masih dalam proses pengajuan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Kementerian Kesehatan RI,” terangnya.

Idris juga menyampaikan, pihaknya sedang menyiapkan protokol-protokol jika PSBB diterapkan di Depok meliputi protokol seperti peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial budaya dan pembatasan moda transportasi.

“Hal ini mengacu pada Peraturan Kementerian Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Demikian pula dengan persiapan-persiapan lainnya, termasuk di dalamnya untuk jarring pengaman sosial,” jelasnya.

Sementara update terbaru kasus Covid-19 di Kota Depok per tanggal, 9 April 2020 yakni kasus konfirmasi 77, sembuh 11, meninggal delapan orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) 615 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 2.258 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 657 orang. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here