Novi Advokasi Warga Depok Terdampak Corona yang Tidak Menerima Bantuan

255
Novi Anggriani

Margonda | jurnaldepok.id
Sesuai dengan Surat Pemberitahuan Nomor 400/1763/BAPP, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan membantu warga miskin yang terkena dampak dari virus Corona atau COVID-19. Bantuan sebesar Rp 500 ribu diberikan dalam bentuk sembako dan uang tunai.

Tokoh Perempuan dan Anak di Kota Depok, Novi Anggriani mengaku cukup khawatir bantuan tersebut tidak tepat sasaran. Bisa karena faktor ketidaksengajaan maupun dengan sengaja.

“Maka itu, saya berencana akan membantu atau mengadvokasi warga Depok yang terdampak virus Corona tapi tidak mendapatkan hak atau bantuan tersebut,” ujar Novi, Selasa (7/4).

Ketua Komunitas Novi Anggriani Munadi (NADI) Center ini menjelaskan, dirinya akan membuka laporan bagi warga Depok melalui email, media sosialnya dan nomor Whatsappnya.

“Laporan ini akan dibuat rapih untuk diteruskan kepada pihak yang berwenang atau Dinas Sosial Pemkot Depok,” paparnya.

Jika respon dari pihak yang berwenang atau Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dirasa cukup lama, lanjut Novi, sedapat mungkin warga tersebut dapat dibantu oleh perseorangan atau kelompok. Dirinya mengaku tengah berkomunikasi dengan beberapa pihak untuk membantu waga yang belum atau tidak mendapatkan bantuan.

“Mudah-mudahan dengan bergotong royong dari beberapa pihak ini, warga Depok yang terdampak virus Corona segera mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya,” kata Novi.

Terpenting menurut Novi, agar bantuan untuk warga Depok yang terdampak virus Corona tidak telat dan tepat sasaran, ada beberapa pihak yang mesti disiplin melaksanakan tugasnya. Seperti ketua rukun tetangga dan Dinas Sosial Pemkot Depok.

“Para ketua rukun tetangga ini harus pro aktif melihat warganya yang terdampak virus Corna yang layak menerima bantuan atau belum terdata. Lalu melaporkannya kepada pihak struktural di atasnya agar sampai ke Dinas Sosial Pemkot Depok. Intinya datanya harus sama,” tegasnya.

Selain itu, peran anggota legislatif di Jawa Barat dan Kota Depok, kata Novi, juga sangat penting. Ditambah lagi peran jurnalis.

“Pengawasan adalah kunci agar tidak ada penyelewengan terhadap bantuan ini. Semua mata mesti ‘melotot’, telinga mesti ‘dipasang’ dan suara harus memekik,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here