Sedih! Ibadah Sunah Ramadan Tahun Ini Harus Dilakukan Sendiri-sendiri

327
H Asnawi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Semarak melaksanakan ibadah wajib dan sunah di bulan ramadan yang biasa dilakukan secara berjamaah atau melibatkan banyak orang seperti buka puasa bersama, salat sunah taraweh/tarling, tadarus dan ibadah lainnya, kemungkinan tahun ini berbeda. Suasana tersebut tidak terlepas dari situasi dan kondisi di Kota Depok yang sampai saat ini masih darurat Covid-19.

“Kemungkinan agak berbeda ya, biasa melakukan ibadah secara berjamaah, kemungkinan ramadan sekarang lebih difokuskan secara sendiri-sendiri dan hanya dengan keluarga. Sama seperti yang sudah dilakukan dalam pelaksanaan Salat Jumat yang ditiadakan beberapa minggu ini,” ujar H Asnawi Kepala Kementerian Agama Kota Depok, Selasa (7/4).

Pernyataan itu disampaikan Asnawi di sela sela pembahasan surat edaran Menteri Agama Nomor 06 tahun 2020 melalui komunikasi online dengan jajaran penyuluh agama Islam Kemenag Kota Depok.

Ia menambahkan, bahwa saat ini pihaknya terus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat menyangkut suasana keamanan, kenyamanan dan kekhusyuan dalam beribadah khususnya menjelang dan pada saat bulan suci ramadan.

“Ya kami minta kesadaran masyarakat untuk mengutamakan pencegahan penyebaran Covid-19 terlebih dahulu, dengan cara menjaga jarak dan jangan berkumpul atau berkerumun, ketimbang berkumpul tetapi menimbulkan penyebaran Covid-19. Bagi kami yang penting tidak menghilangkan kekhusyuan beribadah. Sedih memang kalau ramadan tidak semarak, tapi kesehatan dan nyawa lebih penting untuk dijaga,” paparnya.

Maka dari itu, sambungnya, rambu-rambu dan imbauan pemerintah melalui Menteri Agama kiranya dapat menjadi pedoman bagi masyarakat di antaranya :
1. Ibadah puasa di bulan ramadan dijalankan berdasarkan ketentuan fikih
2. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i/buka puasa bersama
3. Salat Taraweh dilakukan di rumah
4. Tilawah atau tadarus dilakukan di rumah masing-masing
5. Buka puasa bersama baik oleh lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid dan mushola ditiadakan
6. Tidak melakukan itikaf di 10 malam terakhir ramadhan di masjid
7. Tidak Salat Taraweh keliling/tarling, takbiran keliling dan pesantren kilat, kecuali melalui media elektronik
8. Mempercepat pengumpulan pendistribusian zakat fitrah dan/atau zakat infak dan sadaqah
9. Peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tabligh dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar ditiadakan
10. Pelaksanaan Salat Idul Fitri baik di masjid atau di lapangan ditiadakan, untuk itu diharapkan diterbitkan Fatwa MUI menjelang waktunya
11. Silaturahim di Hari Raya Idul Fitri, bisa dilakukan melalui media sosial dan vidio cal atau konference.

“Mudah-mudahan masyarakat semakin tenang dan khusyu dalam beribadah dan tidak mengurangi keberkahan bulan Ramadan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here