Shalat Jumat Berjamaah Masih Dilarang, Pemkot Keluarkan Surat Perpanjangan

178
istimewa

Margonda | jurnaldepok
Pemeritah Kota Depok melalui wali kota kembali mengeluarkan surat edaran terkait perpanjangan larangan pelaksanaan kegiatan keagamaan yang bersifat massal dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Depok.

Hal itu juga didasari hasil kesepakatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Depok, Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Depok dan Majelis Ulama Indonesia dan pimpinan agama lainnya di Kota Depok, terkait dengan percepatan penanganan Covid-19 di Kota Depok.

“Memperpanjang larangan pelaksanaan kegiatan keagamaan yang bersifat massal (jamaah) untuk semua agama, termasuk di dalamnya Shalat Jumat di masjid, Misa di gereja dan sejenisnya,” tulis Idris dalam Surat Edaran Nomor: 450/169-Huk/Kesbangpol, kemarin.

Untuk sementara waktu, sambung tulisannya, agar masyarakat melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

Surat Edaran tersebut berlaku hingga 21 April 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut.

Sementara itu Anggota DPRD Depok, Khairulloh Ahyari mengapresiasi para pengurus masjid dan jamaah yang telah mengikuti instruksi pemerintah dan fatwa ulama untuk mengganti Shalat Jumat dengan Shalat Zuhur di rumah masing-masing.

“Bahwa dalam masa pandemi corona seperti ini kita harus bahu membahu dan saling tolong menolong serta kompak selalu. Karena mencegah virus ini adalah kewajiban semua pihak,” ungkapnya.

Masyarakat, kata dia, masih tetap bisa beribadah kepada Allah dari rumah masing-masing diiringi dengan tilawah Al quran, zikir dan sholawat serta berdoa kepada Allah SWT.

“Kepada saudara-saudara kita yang terdampak ekonomi paling parah, maka kita semua punya kewajiban untuk meringankan bebannya. Kepedulian serta kerelawanan berbasis lingkungan sangat diperlukan dan bisa dilaksanakan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here