Penundaan Eksekusi Pasar Kemirimuka Bikin Pedagang jadi Sengsara

82
Kondisi Pasar Kemirimuka di kawasan Beji

Margonda | jurnaldepok.id
Penundaan Pembacaan Deklarasi Eksekusi Pasar Kemirimuka oleh Pengadilan Negeri Kota Depok mengakibatkan para pedagang sengsara.

Legi, salah satu pedagang kepada wartawan mengatakan, saat ini kondisi Pasar Kemirimuka terlihat jorok, bau bahkan kerap tergenang banjir.

“Lihat saja sendiri kami engak bohong kondisi Pasar Kemirimuka jorok, semrawut banyak sampah dan becek sehingga bisa menimbulkan penyakit,” katanya, kemarin.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, maka bisa menurunkan pendapatan para pedagang yang berjualan di Pasar Kemirimuka.

Bahkan, dirinya kerap ditanyakan para konsumen yang datang karena kondisi Pasar yang semrawut.

“Setiap hari kami ditanyakan sama konsumen kapan sih Pasar Kemirimuka dibagusin, kami jawab aja nunggu deklarasi eksekusi Pengadilan Negeri Depok,” paparnya.

Legi berharap, Pasar Kemirimuka segera direnovasi menjadi pasar yang aman, nyaman serta menjadi pasar tradisional modern di Kota Depok.

“Ya kami sih berharap masalah Pasar Kemirimuka selesai dan jangan berlarut-larut kasihan kami disini jualannya,” ungkapnya.

Pedagang Pasar Kemirimuka Depok meminta kepada Pengadilan Negeri (PN) Depok untuk segera melakukan eksekusi terhadap putusan eksekusi yang sebelumnya tertunda sejak 19 April 2018 lalu.

Lahan Pasar Kemirimuka telah lama menjadi sengketa antara Pemerintah Kota Depok dengan PT Petamburan Jaya Raya.

Padahal PT Petamburan Jaya Raya sudah menang hingga 9-0 ditingkat Mahkamah Agung bahkan putusannya sudan inkcrah.

“Kami inginkan putusan PN Depok dan MA yang sudah inkracht harus segera dilaksanakan karena sudah tertunda,” kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kemirimuka, Yaya Barhaya.

Dia menuturkan, para pedagang sudah menyadari bahwa peluang mereka melakukan gugatan kembali tetap akan kalah sehingga para pedagang sudah sadar benar bahwa PT Petamburan Jaya Raya pemilik sah Pasar Kemirimuka Depok sesuai putusan Mahkamah Agung.

Yaya menegaskan, saat ini para pedagang benar-benar memberikan dukungan kepada Pengadilan Negeri Kota Depok untuk segera melakukan pembacaan deklrasi eksekusi.

Dia mengatakan, seharusnya pembacaan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka dilakukan pada bulan Juni atau Juli 2019 lalu.

“Ya seharusnya Pengadilan Negeri Kota Depok tetap melakukan pembacaan deklarasi eksekusi, namun kenapa ditunda ini yang kami sayangkan,” jelasnya.

Ada alasan saat pelaksanaan pembacaan deklrasi eksekusi ditunda, karena pada tahun 2019 merupakan tahun politik pada pemilihan Presiden dan Legislatif.

Dampak tertundanya pembacaan deklarasi eksekusi juga berdampak kepada para pedagang seperti kondisi pasar yang jorok, bau dan banjir.

Tidak masalah itu saja, akan tetapi dengan tidak tegasnya Pengadilan Depok kondisi Pasar Kemirimuka diduga menjadi sarang narkoba, lokasi judi, peredaran miras dan itu terbukti.

“Terbukti pasar dijadikan lokasi judi beberapa waktu lalu pelakunya diamankan, dan peredaran miras pedagang ada yang mabuk hingga membacok pedagang lainnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jika PN Depok segera melakukan pembacaan deklarasi maka pihak PT Petamburan Jaya Raya akan melakukan perbaikan kondisi pasar Kemirimuka menjadi pasar yang aman, nyaman.

“Kami minta kepada PN untuk melakukan deklarasi eksekusi agar kedepannya Pasar Kemirimuka lebih baik,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here