Pemakaman Jenazah Korban Corona Sempat Ditolak Warga

250
Sejumlah warga Bedahan saat menghadang pemakaman jenazah korban corona

Sawangan | jurnaldepok.id

Warga di tiga RW Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Senin (30/3) melakukan penolakan terhadap pemakaman jenasah pasien virus Covid-19.

Salah satu warga Perigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, mengaku curiga belakangan hari ini karena kerap melihat mobil ambulan bertuliskan mobil jenazah yang lalu lalang ke Taman Pemakaman Umum di Bedahan.

“Kami curiga dengan mobil pembawa jenazah tersebut, kadang melintas pada siang sore dan malam hari,” kata Achmad saat dihubungi Jurnal Depok.

Namun anehnya mobil jenasah tersebut tidak ada rombongan yang mengantar ke TPU sehingga warga curiga dengan mobil jenazah tersebut.

“Bahkan mobil jenazah itu terekam oleh CCTV warga kami yang terpasang di lingkungannya,” katanya.

Lalu lalang mobil jenazah tersebut membuat kecurigaan masyarakat dan ternyata benar yang dibawa mobil ambulans tersebut merupakan jenazah pasien Covid 19 yang sudah meninggal dunia.

Emosi warga memuncak setelah adanya jenazah yang dimakamkan pada Senin (30/3) siang sehingga warga melakukan penolakan.

“Padahal warga kami sama dinas terkait lagi membahas masalah koordinasi lingkungan pemakaman jenazah di kelurahan,”katanya.

Pemkot Depok sejak awal tidak ada koordinasi ditambah sekitar enam jenazah pasien Covid 19 sudah dimakamkan.

Warga juga merasa miris melihat petugas gali makam yang tidak mengunakan pakaian Alat Pelindung Diri, mereka hanya mengenakan masker dan sarung tangan.

“Sekarang begini yang tukang gali aja sampe nangis lingkungannya diginiin apalagi dia cuma ditinggalin jenazah doang disini tanpa ada kluarga almarhum parahnya, tukang gali minim APD,,”katanya.

Di lokasi sama Ketua RW 07 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Nasam Haka kepada wartawan mengatakan
warga di sekitar TPU melakukan penolakan pemakaman jenazah pasien Covid 19 karena pihak dari Pemkot Depok kurang sosialisasi.

“Ya warga kami di tiga RW menolak adanya pemakaman jenasah pasien Covid 19 karena katanya bisa menular kan warga kita jadi resah,”katanya.

Warga resah lantaran jenazah PDP dan positif Covid 19 tidak ada pemberitahuan sebelummya oleh Pemkot kepada warga di sekitar TPU.

Nasam menambahkan warganya juga resah karena jenazah yang dimakamkan bukan warga sini melainkan warga dari luar Sawangan dan pemakamannya dilakukan sembunyi-sembunyi dan tidak berkomunikasi dengan warga.

“Kalau pemakaman biasa kami tidak menolak tapi ini beda dan tidak ada sosialisasinya waga kami jadi resah,”katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sidik Mulyono menegaskan TPU tersebut sudah ditetapkan oleh Pemkot Depok untuk lokasi pemakaman bagi Orang Dalam Pemantauan, Pasien Dalam Pengawasan dan Pasien yang positif Covid 19 yang meninggal dunia.

Terkait belum adanya sosialisasi dengan warga sekitar, Sidik menambahkan baru bisa bertemu dengan warga bersama pengurus lingkungan melakukan mediasi dan sosialisasi. Usai dilakukan mediasi, akhirnya warga sekitar TPU memperbolehkan jenazah tersebut dimakamkan. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here