Langgar GSS, Pengembang PGC Belum Ditindak

44
Pengembang PGC yang diduga melanggar GSS

Limo | jurnaldepok.id
Tokoh masyarakat dan jajaran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, meminta kepada Dinas terkait lingkup Setda Kota Depok untuk menindak tegas pelanggaran Garis Sempadan Sungai (GSS) yang dilakukan oleh pengembang Perumahan Permata Green Garden Cinere (PGC) di Rw 08, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo yang jelas jelas telah melakukan pelanggaran Garis Sempadan Sungai dengan hanya menyisakan satu meter jalan dari bibir kali.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, (LPM) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Supian Derry mengatakan, sesuai kesepakatan sebelumnya pihak pengembang PGC berjajanji akan mentaati ketentuan soal Garis Sempadan Sungai (GSS) sesuai yang tertera di Siteplan perumahan yakni 3 meter dari bahu kali namun pada prakteknya kata dia pihak pengembang hanya menyisakan jalan setapak selebar 1 meter disamping pagar perumahan.

“Dulu sudah ada kesepakatan pihak pemgembang akan mematuhi aturan sesuai yang tercantum di Siteplan tapi ternyata aturan itu dilanggar dan warga hanya dikasih space 1 meter untuk jalan setapak,” ungkap Derry.

Menanggapi hal ini, tokoh muda Meruyung yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) DPC PPP Kota Depok Ma’mun Abdullah mendesak kepada Dinas Perumaham dan Permukiman (Disrumkim) serta Dinas terkait lainnya agar turun kelokasi guna menertibkan pagar Perumahan Permata Green Garden Cinere (PGC) yang jelas jelas melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS).

“Saya sudah lihat Siteplan nya, memang harusnya 3 meter dari bibir kali, tapi faktanya, pemgembang hanya menyisakan jalan setapak, sehingga sepeda motor saja sulit melintas diruas jalan sejajar kali,” ungkap Ma’mun.

Dikatakan Ma’mun, jika pihak berwenang belum melakukan tindakan terhadap pelanggaran tersebut, maka pengembang tidak akan pernah peduli dengan protes warga sekitar yang sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak pengembang.

“Saya minta harus ada tindakan tegas, karena ini menyangkut akses jalan masyarakat diperbatasan wilayah Kelurahan Meruyung dengan wilayah Kelurahan Limo, yang sangat dibutuhkan sebagai sarana transportasi dipedalaman,” tegas Ma’mun.

Hal senada dilontarkan oleh Ahmad Dahlan salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Meruyung.

Dikatakan Dahlan, tidak ada alasan bagi Dinas terkait untuk tidak menindak pelanggaran GSS yang dilakukan oleh pengembang perumahan PGC.

“Itu pelanggaran yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, harus cepat ditindak, jangan menunggu warga marah,” tutup Dahlan. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here