Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Akses Perumahan Ditutup

185
Salah seorang warga ketika melompati portal perumahan

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sejumlah komplek perumahan di wilayah Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB) Kecamatan Pancoran Mas, mulai kemarin sudah menutup akses utama masuk areal perumahan sebagai upaya antisipasi terhadap penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19).

Tiga Komplek Perumahan di wilayah Parung Bingung yang telah menutup akses utama masuk areal perumahan diantaranya Komplek Perumahan Marinir Rw 06, Komplek perumahan Pelita Air Sercice di Rw 15 serta Komplek Perumahan Villa Gading Emas (VGA) di Rw 03 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas.

Ali Imran, salah satu Satpam Perumahan Pelita Air Servive mengatakan, kebijakan penutupan akses utama jalan menuju Komplek Perumahan Pelita merupakan kesepakatan warga guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

“Buat antisipasi saja, dan ini sudah disetujui oleh semua warga,” ujar Ali kepada Jurnal Depok, kemarin.

Meski sejumlah Komplek Perumahan telah menutup akses jalan utama masuk perumahan, namun tidak demikian dengan akses jalan perkampungan yang ada di wilayah Parung Bingung yag hingga kemarin masih dibuka untuk umum.

Sejumlah akses jalan perkampungan masih tetap dibuka untuk umum seperti jalan Keadilan menuju wilayah Rawadenok, Jalan Golf, Jalan RD Sukarma dan Jalan Duren Rw 09, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas.

Saat dikinfirmasi terkait hal ini, Mantan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, Abdul Fatah membenarkan adanya penutupan sejumlah akses jalan utama komplek perumahan di seputar wilayah Parung Bingung.

“Ya, tadi saya keliling kampung dan memang beberapa perumahan sudah menutup akses jalan utama untuk menekan penyebaran virus Corona,” ujar Jejen sapaan akrab Abdul Fatah.

Dia menambahkan, masih dibuka nya akses jalan di perkampungan lantaran warga merasa masih belum perlu dilakukan dan memang belum ada instruksi lockdown dari Pemerintah.

“Untuk jalan umum diperkampungan saya rasa belum perlu ditutup, karena repot juga kalau semua akses jalan ditutup, lagi pula belum ada instruksi lockdown dari Pemerintah,” pungkas Jejen. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here