Pasien Positif Corona Asal Kota Depok Meninggal Dunia

401
Update data terbaru Covid-19 di Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Depok, melansir data terbaru penyebaran Covid-19 (corona virus), Rabu (25/3). Dalam laporan itu diumumkan satu orang pasien positif telah meninggal dunia, sementara sebanyak 19 orang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ada satu orang positif Covid-10 yang merupakan warga Depok, meninggal dunia dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarata, Rabu (25/3) pagi,” ujar Wakil Ketua 1 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Pasien tersebut diperkirakan berusia 40 tahun.

“Pasien rencanannya akan langsung dimakam di Kota Depok,” terangnya.

Dadang juga mengatakan, korban positif corona di Kota Depok per tanggal 25 Maret bertambah empat orang menjadi 19 orang yang sebelumnya berjumlah 15 orang.

“Yang berhasil sembuh sebanyak 4 orang, dan masih sama jumlahnya belum mengalami penambahan, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya bertambah menjadi 173 orang dengan perincian selesai 13 orang dan masih PDP 160 orang, kemudian Orang Dalam Pantauan atau ODP, Rabu siang terpantau naik menjadi 568 orang dari jumlah kemarin 440 orang. Sedangkan selesai (negatif Corona) 187 orang, dan 381 orang lainnya masih dalam pemantauan,” paparnya.

Sementara itu, Kabag Kessos Setda Kota Depok, Eka Firdaus dalam keterangan persnya meminta kepada seluruh warga, atas musibah Covid-19 untuk melakukan shalat ghaib. Shalat ghaib tersebut kata dia sebagai bentuk solidaritas terhadap almarhum yang meninggal karena virus corona.

“Kami memohon keikhlasan kaum muslimin Kota Depok, untuk bisa melaksanakan shalat ghaib untuk almarhum, sebagai bentuk solidaritas kita, khususnya bagi ASN dan umumnya selaku sesama kaum muslimin warga Kota Depok,” ucapnya.

Mengenai tata cara pelaksanaan, Eka mengatakan shalat ghoib sama dengan tata cara sholat jenazah. “Tata cara Pelaksanaan shalat ghaib sama dengan tata cara pelaksanaan shalat jenazah dengan empat kali takbir tidak ada ruku dan sujud,”katanya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here