Pasar Tradisional Tetap Beroperasi

72
Suasana pasar yang berada di wilayah Kecamatan Cimanggis

Cimanggis | jurnaldepok.id
Wabah virus corona yang melanda Kota Depok rupanya tak menyurutkan pedagang pasar tradisonal untuk berjualan. Imbauan pemerintah kota pun tak digubris oleh pengelola pasar tradisional. Pantauan Jurnal Depok di lokasi, Pasar Palsigunung, Kecamatan Cimanggis, masih beroperasi, Rabu (25/3).

“Pasar ini tetap beroperasi dan belum tutup paska ada kabar merebaknya wabah Covid-19,” kata salah satu peadagang Pasar Palsigunugn, Parno saat di wawancarai Jurnal Depok, Rabu (25/3)

Sementara itu, Ketua Asosiasi Persatuan Pedagang Pasar Tradisional se-Kota Depok, Sukirno mengatakan operasional pasar tradisional di Kota Depok, tetap buka dan belum ada instruksi tutup sementara.

“Kami para pedagang tetap buka dan tidak tutup, jika ada yang memberikan info kalau pasar tutup kami nilai itu informasi hoak,” katanya.

Sukirno melanjutkan, untuk mengantisipasi pencegahan virus Covid-19 pedagang sudah melakukan sosialisasi dengan memasang spanduk himbauan salah satunya sering mencuci tangan, gunakan masker dan pencegahan lainnya.

“Kami juga melakukan penyemprotan desinfektan di pasar,”katanya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Katharina Dewi yang merupakan pengelola pusat perbelanjaan ITC Depok, mengatakan pusat perbelanjaan ITC Depok, guna menganantisipasi penyebaran Covid-19 telah melakukan pembatasan jam oprasional.

“Jam operasional kami batasi sementara jadi pukul 11 hingga 20:00,” katanya.

Wakil Ketua I/ Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan untuk mengatasi percepatan penanganan virus Covid-19, Pemerintah Kota Depok mengeluarkan imbauan agar tempat hiburan dan sejenisnya ditutup sementara.

Hal itu berdasarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor 360/137/Kpts/DPKP/Huk /2020, tanggal 18 Maret 2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Depok, serta dalam rangka pencegahan penyebaran COVID 19.

“Hari ini Gugus Tugas percepatan penanganan COVID-19 Kota Depok mengeluarkan Surat Edaran Nomor 802/05/GT/2020 Tanggal 21 Maret 2020 tentang imbauan sejumlah tempat ditutup sementara,” kata Wakil Ketua I/ Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Dalam surat tertulis bahwa seluruh pemilik/ pengelola tempat hiburan, tempat wisata, karaoke, spa, panti pijat, tempat billiard, bioskop, tempat sarana kebugaran (Fitness Centre), warung internet (Game Station) agar diimbau tutup sementara.

“Kepada seluruh pemilik dan pengelola tempat hiburan, tempat wisata, karaoke, spa, panti pijat, tempat billiard, bioskop, tempat sarana kebugaran (Fitness Centre), warung internet (Game Station) untuk menutup sementara tempat-tempat kegiatan tersebut diatas,” ucapnya.

Tak hanya itu, warga yang hendak melakukan resepsi pernikahan pun diimbau untuk ditunda. Imbauan ini berlaku mulai tanggal 22 Maret 2020 sampai dengan batas waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut.

“Selanjutnya, saat ini kami melakukan sosialisasi mobile secara massif dan melakukan penyemprotan disinfektan pada areaarea publik, melakukan penanganan pada kasus PDP dan ODP termasuk melakukan tracing,”katanya.

Pihaknya akan melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi serta mempersiapkan Rumah Sakit Rujukan untuk kasus sedang dan berat.

“Kami juga sudah melatih SDM Kesehatan dalam pengambilan swabmeHal ini dimaksudkan untuk mempercepat pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnose,” ungkapnya.

Kepada seluruh warga masyarakat Kota Depok, Dadang memohon untuk memperhatikan arahan-arahan Pemerintah, konsisten menjaga jaga sosial dan jarak fisik dengan tidak keluar rumah untuk sementara waktu ini.

“Menghindari keramaian dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama. Dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan diri dan pola hidup sehat,” pungkasnya. n Aji Hendro S

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here