Mulai Besok, ASN Kemenag Kota Depok Wajib Bekerja di Rumah

713

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kepala Kementerian Agama Kota Depok, H Asnawi menjawab pertanyaan wartawan terkait adanya SE Menag no. 4 Tanggal 24 Maret 2020 tentang upaya pencegahan penyebaran virus corona/covid 19.

“Ya betul, baru saja atau tepatnya sore tadi kami menerima surat edaran Menteri Agama dan diperkuat lagi surat dari Plt. Ka. Kanwil Kemenag Prov. Jabar no. 2618/kw.10/kp.04.1/03/2020 yang isinya pegawai Kementerian Agama wajib bekerja di rumah mulai besok sampai dengan 31 Maret 2020,” ujar Asnawi kepada jurnaldepok.id, Selasa (24/3).

Dengan demikian, kata Dia, semua layanan yang berkaitan dengan masyarakat baru bisa diaktifkan kembali mulai tanggal 1 April 2020.

Hal itu, sambungnya, dikarenakan para pegawai bekerja di rumah dan saat ini pihaknya sedang konsentrasi sekuat tenaga agar penyebaran covid 19 bisa teratasi.

“Saya minta kepada masyarakat agar mengerti dengan kondisi seperti ini, sesuai imbauan pemerintah khususnya Walikota Depok agar masyarakat fokus melakukan aktifitasnya di rumah, saya pikir masyarakat akan mengerti,” paparnya.

Sementara bekaitan dengan layanan haji khususnya pelunasan yang saat ini sedang berjalan, Asnawi mengatakan bahwa Kemenag Kota Depok sudah berkirim surat ke seluruh Bank Syariah penerima setoran dana haji, agar menampung berkas calon jamaah haji yang telah melunasi dan setiap minggunya atau setiap hari Jumat petugas bank tersebut yang mengantarkannya ke kantor Kemenag.

“Hal ini juga disampaikan agar para calon jamaah haji mengerti dan tidak perlu berduyun duyun datang ke kantor Kemenag hanya untuk menyerahkan berkas,” jelasnya.

Kemudian untuk layanan pencatatan pernikahan yang di lakukan oleh KUA khususnya yang melangsungkan nikah besok sampai dengan tanggal 31 Maret 2020, petugas Kemenag atau para penghulu akan melaksanakan atau melayaninya.

“Tentunya dalam proses akad ada protokol atau SOP yang sudah kami jalankan sesuai peraturan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI,” tukasnya.

Namun demikian pihaknya meminta kepada masyarakat agar dalam proses pelaksanaan akad nikah tidak menghadirkan orang banyak.

“Hal ini tentu dalam rangka menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here