Dampak Virus Corona, Buruh di Depok Was-was

80
Ketua dan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kota Depok foto bersama usai menggelar pertemuan

Margonda | jurnaldepok.id
Akibat wabah Covid-19 (Corona Virus) yang semakin luas penyebaran, hal tersebut berdampak terhadap pasokan bahan baku ke sejumlah pabrik di Kota Depok, sudah menipisnya bahan baku, akibat lockdown yang dilakukan sejumlah Negara dan mengakibatkan ribuan buruh di Kota Depok, merasa khawatir.

“Awalnya kami khawatir terhadap penyebaran virus corona, namun saat ini ada yang lebih membuat kami khawatir yakni ketersedian bahan baku di sejumlah pabrik tempat kami bekerja, hal ini lantaran sejumlah Negara yang menjadi pemasuk bahan baku untuk sementara waktu tidak melakukan pengiriman, dengan terbatasnya bahan baku kami khawatir tidak aka nada lagi produksi dan kami di PHK,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kota Depok, Wido Pratikno kepada Jurnal Depok, Senin (23/3).

Wido mengatakan, ketersedian bahan baku saat ini hanya cukup untuk dua minggu ke depan.

“Itu bahan baku untuk produksi, macam-macam ada garmen dan elektronik. Nah sekarang ini cukup hanya untuk dua minggu kedepan. Komponen kami kan rata-rata impor, kalau dua minggu habis dan negara lain lockdown, bisa jadi semua buruh enggak bekerja,” katanya.

Jika kondisi itu benar-benar terjadi, Wido mengatakan hal ini adalah ancaman serius untuk kaum buruh.

“Kalau ini terus berlarut-larut hampir mayoritas kena, dan di Depok ini ada sekira 60 ribu buruh, ini yang harus dipikirkan pemerintah, karena menurut saya ini ancaman untuk buruh dan ancaman PHK kemungkinan terburuknya,” ujarnya.

Wido mengaku, pihaknya telah mencoba mengantisipasi hal itu dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah. Akan tetapi belum menemukan titik temu terkait masalah tersebut.

“Kami sempat diskusi dengan pemda (pemerintah daerah), tapi karena pengawasan di provinsi, maka Disnaker Kota Depok bersurat tentang langkah- langkah ini, langkah yang dampaknya akan luar biasa,”katanya.

Jika Kalau memang ini sampai bulan depan belum ada anti virus, buruh diliburkan besar dan di PHK besar. “Maka harapan kami pemerintah bisa membantu buruh. Karena kami devisa negara,”katanya.

Wido menuturkan, rata-rata perusahaan atau pabrik yang ada di Kota Depok memproduksi garmen dan elektronik. “Dua jenis perusahaan itulah yang saat ini menurutnya sedang dilanda rasa cemas,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here