Pulang dari Luar Negeri, Puluhan Civitas UI Dikarantina Mandiri

43
istimewa

Beji | jurnaldepok.id
Universitas Indonesia (UI) memberlakukan sistem karantina mandiri bagi civitas yang baru saja pulang dari luar negeri.

Karantina dilakukan selama 14 hari dengan tujuan mencegah penyebaran Corona di lingkungan kampus.

Sekretaris UI, Agustin Kusumayati mengatakan, protokol karantina mandiri berlaku utamanya bagi sivitas akademika yang baru saja kembali Indonesia dari mancanegara.

“Semenjak Covid-19 terjadi masih di China, belum masuk ke Korea, kami sudah kembangkan protokol. Sejak itu, semua dosen, mahasiswa, atau tamu luar negeri sudah dikenai tata cara bahwa yang bersangkutan tidak menderita Covid-19,” katanya.

Agustin mengeklaim, hingga saat ini, protokol karantina mandiri masih terus berjalan dan dipantau secara intensif.

“Sampai sekarang kami belum menerima laporan gejala yang menjurus ke arah infeksi virus corona, dari sivitas akademika yang mengarantina dirinya,” ucapnya.

Kepala UPT Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan UI, Sjahrul M. Nasri menambahkan, ada 30 civitas yang melakukan karantina mandiri.

Mereka adalah yang baru melakukan perjalanan ke mancanegara termasuk Arab Saudi.

“Di dalamnya termasuk para dosen, habis ada kegiatan di luar negeri, terus mahasiswa internasional yang pulang ke negaranya kemudian kembali ke sini,” katanya.

Sebanyak 30 civitas itu mayoritas melakukan perjalanan ke negara yang sudah terjangkit virus tersebut.

“Pada umumnya mereka melakukan perjalanan ke negara-negara yang sudah terjangkit (Covid-19), seperti Korea, Singapura, Australia, dan Malaysia,”katanya

Pihak Rektorat Universitas Indonesia (UI) menetapkan sejumlah langkah sebagai respons mencegah penyebaran infeksi Corona Covid-19 salah satu langkah tersebut yakni meniadakan kuliah tatap muka dan menggantinya dengan sistem kuliah jarak jauh atau online sementara waktu.

Kebijakan ini diambil menyusul ketetapan World Health Organization (WHO) yang mengubah status kejadian Corona menjadi pandemi.

Salah satu langkah tersebut yakni meniadakan kuliah tatap muka dan menggantinya dengan sistem kuliah jarak jauh atau onlinene.

Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran infeksi Corona di lingkungan UI dan mengantisipasi berbagai keadaan yang mungkin terjadi.

“Langkah-langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen UI untuk melindungi keselamatan dan kesehatan segenap warganya serta sebagai partisipasi UI dalam upaya pengendalian penyebaran infeksi Covid-19,” katanya. Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here