Terungkap, Rumah Sakit di Depok Belum Punya Baju Anti Virus

159
Pertmuan DPRD Depok dengan pengelola rumah sakit di depok

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Rumah sakit di Kota Depok, ternyata belum memiliki Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hamzat atau baju anti virus corona, baju tersebut biasanya digunakan petugas medis saat menangani pasien berstatus positif. Hal ini terungkap saat pertemuan Anggota DPRD Kota Depok dari Komisi D DPRD dengan para pimpinan rumah sakit di kota tersebut, Rabu (18/3).

“Dari hasil pertemuan kami dengan para pimpinan rumah sakit ternyata masih ada beberapa kekurangan dalam menangani wabah virus corona, salah satunya, ternyata belum ada satu rumah sakit pun di Kota Depok, yang memiliki baju Hamzat atau yang biasa disebut baju anti virus,” ungkap Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Suparyono kepada Jurnal Depok, Rabu (18/3).

Lebih lanjut Suparyono menuturkan, bahwa saat petemuan tersebut ada salah satu rumah sakit yang mengatakan, jika para dokternya melakukan cuti massal lantaran belum adanya APD di rumah sakit tersebut.

“Sudah sepatutnya masalah kekurangan APD untuk segera diatasi, sehingga pelaksanaan penanganan pasien virus Covid 19 (corona) bisa dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, bahkan di pertemuan ini terkuak juga bahwa belum adanya pelatihan petugas medis dalam menangani pasien virus corona, maka dari itu kami menghimbau kepada Dinas Kesehatan Kota Depok untuk segera menyediakan APD dan melakukan pelatihan terhadap petugas medis di rumah sakit yang ada di Kota Depok,” paparnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Supriatni mengatakan pihaknya sengaja mengadakan pertemuan dengan pimpinan rumah sakit, untuk mengetahui sampai sejauhmana penanganan dan pencegahan virus Covid 19 (corona) di Kota Depok.

“Setelah adanya pertemuan ini, kami jadi tau ternyata rumah sakit di Depok belum dilengkapi dengan baju Hamzat atau yang biasa disebut baju anti virus yang dipakai petugas medis saat menangani atau mengevakuasi pasien virus corona,” terangnya.

Supriatni mengatakan, sudah sepatutnya Dinas Kesehatan Kota Depok, untuk memerhatikan hal ini, sebelum kasus pasien yang positive corona terus bertambah dan perlu dilakukan pelatihan terhadap petugas medis di setiap rumah sakit yang ada di Depok, dalam penanganan pasien virus corona.

“Kami berharap temuan ini segera di tindak lanjuti oleh DInas Kesehatan Kota Depok, agar segera menyediakan APD dan melakukan pelatihan terhadap petugas medis,” harpanya seraya tersenyum.

Sementara itu, Kepala Dinas Kota Depok, Novarita mengakui jika rumah sakit di Kota Depok, belum memiliki baju Hamzat atau yang biasa disebut baju anti virus, dan ia pun membenarkan jika belum melakukan pelatihan penanganan pasien virus Covid 19.

“Ya, kami memang belum memilikinya, tapi ada kabar kalau hari ini, Rabu (18/3) APD sudah ada, dan baru dikirim oleh Kementrian Kesehatan dan akan segera kami kirimkan ke rumah sakit yang ada di Depok. Dalam waktu dekat ini, kami akan segera melakukan pelatihan kepada petugas medis di setiap rumah sakit yang ada di Kota Depok, dalam menangani pasien virus corona,” ungkapnya.
Novarita menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Depok saat ini sudah membentuk gugus

tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), gugus tugas ini merupakan penyempurnaan dari tim penanganan dan pencegahan virus corona yang sebelumnya sudah dibentuk.

“Pembentukan gugus tugas ini sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), tim ini diharapkan dapat bekerja secara cepat dan taktis, ada pun tugas yang akan mereka lakukan ialah, yang pertama melakukan sosialisasi secara mobile di wilayah Kota Depok, yang kedua melakukan penyemprotan disinfektan pada area public, yang ketiga melaksanakan penelusuran kepada pihak yang terkonfirmasi Covid-19 dan pihak yang kontak erat, dan yang keempat ialah melakukan pengawasan orang asing dan WNI yang akan berangkat dan pulang dari luar negeri,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here