Jam Kerja ASN Dipangkas, Pelayanan Masyarakat Normal

27
Terlihat surat pemberitahuan jam kerja terpampang di pagar kelurahan

Cinere | jurnaldepok.id
Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, memangkas jam kerja bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup kantor kelurahan dan kecamatan, tidak terlalu berdampak signifikan terhadap kelancaran pelayanan masyarakat, pasalnya sebelumnya camat dan lurah telah menyosialisasikan instruksi walikota Nomor 433 / 133 – Huk / Dinkes tentang siaga intensif Corona Virus Disease (Covid – 19).

Dalam salah satu surat edaran tersebut mengatur jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) dimulai pukul 7.30 hingga pukul 12.00 dan instruksi itu berlaku mulai tanggal 17 hingga 31 Maret 2020.

Kepada Jurnal Depok, Camat Cinere, Mangnguluang Mansur mengatakan, sehari sebelumnya, dirinya telah menginstruksikan kepada para Lurah diwilayah Kecamatan Cinere untuk menyosialisasikan surat edaran Wali Kota kepada Ketua lingkungan agar dilanjutkan kepada masyarakat.

“Kami sudah informasikan kepada masyarakat melalui Ketua Rt dan Rw prihal penetapan jam kerja dan pelayanan di Kantor Kelurahan dan Kecamatan, dan mudah mudahan semua warga sudah mengetahui hal itu terutama bagi yang ingin meminta pelayanan administrasi di Kantor Kelurahan atau Kecamatan,” ujar Agung, sapaan akrab Mangnguluang Mansur.

Pantauan Jurnal Depok di Kantor Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere tidak menampakkan perubahan signifikan, dan seperti pada hari hari sebelumnya,satu persatu warga datang meminta pelayanan mulai pagi hari,dan hanya beberapa warga yang belum tau yang datang ke Kantor Kelurahan diatas pukul 12.00 lantaran belum mengetahui perubahan jam kerja sementara yang diterapkan oleh Pemkot Depok.

“Kami rasa sebagian besar warga sudah tahu bahwa hingga tanggal 31 Maret pelayanan di Kantor Kelurahan dibatasi sampai pukul 12 siang karena surat edaran Wali Kota sudah kami forward ke grup Rt / Rw,” ujar Sumiati salah satu pegawai Kantor Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere.

Meski begitu, Ati sapaan akrab Sumiati mengaku dapat memaklumi jika ada satu atau dua orang yang tidak mengetahui kebijakan baru Wali Kota dan terkait hal itu, pihaknya masih mentoleransi dan tetap memberikan pelayanan meskipun sudah lebih dari jam 12 siang.

“Maklum ini baru hari pertama dan terkadang waktu mau ke Kantor Kelurahan, warga langsung dari rumah dan belum mendengar pengumuman dari Ketua Rt nya,” tukas Ati.
Berbeda dengan Kantor Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, warga Kelurahan Grogol masih banyak yang datang ke Kantor Kelurahan setelah pintu gerbang Kantor ditutup lantaran sudah lebih dari pukul 12.00.

“Lha kok udah tutup, emang ada apa, ?” ujar salah satu warga lalu bergegas balik arah mengendarai sepeda motornya.

Sementara di Kantor Kelurahan Limo, Kecamatan Limo mengantisipasi ketidak tahuan warga dengan menempelkan pengumuman surat edaran Wali Kota didepan pagar depan Kantor Kelurahan.

“Itu pengumuman sudah kami tempel di pagar, warga sudah paham kok,” pungkas Lurah Limo,AA.Abdul Khoir. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here