Dampak Corona, Pemohon Paspor Turun 50 Persen

30
Salah seorang pengunjung Kantor Imigrasi dicek suhu tubuhnya

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Akibat adanya himbauan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tentang wabah virus corona, jumlah pemohon paspor di kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, menurun menurun drastis sampai 50 persen, hal itu dikarena masyarakat banyak yang membatalkan perjalannan luar negerinya.

“Penurunan pemohon terjadi hampir 50 persen dari situasi normal, padahal jumlah kuota yang kami siapkan setiap harinya untuk 125 pemohon, namun sejak wabah virus corona pemohon yang dating ke kantor kami hanya sekitar 70-75 orang saja perharinya,” papar Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, Ruhiyat M Tolib kepada Jurnal Depok, Selasa (17/5).

Ruhiyat mengatakan, meski ada himbauan dari pemerintah, dia mengaku hingga saat ini pelayanan di kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, masih berjalan normal seperti biasanya.

“Kami masih melakukan pelayanan terhadap masyarakat (WNI) yang hendak mengajukan pembuatan paspor, maupun Warga Negara Asing (WNA) yang hendak melakukan perpanjangan ijin tinggal, dan terkait pelayanan keimigrasian hingga saat ini kami belum mendapatkan arahan khusus,” ungkapnya.

Meski pelayanan dikantornya masih berjalan normal seperti biasanya, Ruhiyat mengaku tidak juga menganggap enteng soal wabah virus corona yang saat ini tengah marak di Indonesia, karena dirinya beserta jajaran kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, sudah melakukan langkah antisipasi dan pencegahan terkait penyebaran virus corona, langkah-langkah yang di ambil mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, penyediaan pembersih tangan, hingga pembersihan perangkat kerja secara rutin.

“Pemeriksaan suhu tubuh kami lakukan di area awal masuk kantor tepatnya di pos keamanan, kami juga menyediakan washtafel berikut sabun dan hand sanitizer di tiga lokasi, seperti pos satpam, ruang pengaduan, ruang utama ruang berkas. kami juga membekali petuas kami dengan sarung tangan berbahan latex dan masker,” ujarnya.

Ia juga telah menyiapkan petugas untuk membersihkan semua sarana kantor yang digunakan dalam proses pembuatan paspor setiap 20 menit sekali, mulai dari handle pintu hingga tempat duduk setelah digunakan oleh pemohon.

“Kami bersihkan alat sidik jari dan peralatan lainnya dengan di elap menggunakan cairah alkohol 30 persen, dengan langkah yang kami ambil ini, kami Kami berharap dapat melakukan pencegahan virus corona,” katanya.

Pihaknya juga telah melakukan pendataan WNA sejak, Kamis (12/3). Data yang behasil dihimpun tim dilapangan, jumlah WNA terbanyak berada di wilayah Kecamatan Tapos, dengan jumlah 197 orang.

“Mereka ini terbagi menjadi dua, 152 orang WNA pemegang ijin tinggal terbatas dengan masa berlakunya satu tahun. Sedangkan, sisanya 45 WNA pemegang surat ijin tinggal tetap dalam jangka waktu lima tahun, dan 50 persen lebih pemohon didominasi oleh WNA asal Korea Selatan. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here