Pagar PGC Caplok Bidang Jalan Lingkungan

43
Terlihat pagar Perumahan PGC yang diduga mencaplok bidang jalan lingkungan

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah warga Rw 08 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, dan warga Rw 01 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, mendesak kepada Pengembang Perumahan Permata Green Garden Cinere (PGC) untuk mentaati kesepakatan kesepakatan antara warga dan pengembang soal pengembalian fungsi kali dan jalan lingkungan (jaling) disejajar Kali Gede di belakang perumahan PGC yang mengecil akibat pembuatan pagar perumahan yang tidak mengindahkan garis sempadan sungai (GSS).

Salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Meruyung, Ma’mun Abdullah mengatakan, pembahasan terkait pengembalian fugsi kali dan jalan lingkungan (Jaling) diareal aliran kali Gede perumahan PGC sudah pernah dibahas dalam pertemuan antara warga dan pengembang perumahan pada masa Pemerintahan Lurah Galih Purnaman, dan waktu itu lanjut dia pengembang sudah setuju dan berjannji akan mengabulkan tuntutan warga namun sayangnya kata dia sampai saat ini pengembang belum merealisasikan kesepakatan tersebut.

“Waktu itu sudah ada kesepakatan, dan pihak pengembang akan memenuhi usulan warga tapi mana sampai sekarang tidak ada realisasinya, Dinas terkait harus mengevaluasi perijinannya” ujar Ma’mun yang juga menjabat sebagai Sekjen PPP Kota Depok.

Harapan yang sama dilontarkan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Supian Derry.
Dikatakan Derry, pembuatan pagar perumahan PGC harusnya tidak terlalu dekat dekat bibir kali sehingga sisa lahan disisi kali bisa dinikmati oleh warga non perumahan yang ada disekitar perumahan PGC.

“Kami minta agar lahan fasos fasum jangan didalam pagar semua tapi sebagian diluar pagar, minimal dua meter dikasih spare agar dapat dinikmati oleh warga umum,” pinta Derry.
Hal senada dilontarkan oleh Dahlan, salah seorang tokoh muda Meruyung.

Dikatakan Dahlan, ruas jalan dan bidang kali Gede saat ini terancam hilang pasalnya selain sudah tergerus pembangunan pagar perumahan, sebagian juga telah ditanami pohon pisang oleh warga.

“Sekarang jalan dan bidang kali itu sebagian sudah ditanam pisang oleh warga, kalau tidak ada tindakan atau upaya normalisasi bidang kali dan kawasan seputar kali, maka akses jalan lingkungan dan kawah kali terancam hilang, oleh sebab itu harus ada semacam komitmen bersama guna menyelamatkan eksistensi kali gede dan jaling disejajar aliran kali, ” pungkas Dahlan. n Asti Ediawan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here