Dampak Virus Corona, Penumpang Angkutan Umum Anjlok

510
Terlihat lengang kondisi Terminal Terpadu Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Suasana sepi dirasakan sopir angkutan umum yang biasa mencari penumpang di wilayah Depok. Hal itu terjadi pasca pemerintah kota dan provinsi mengeluarkan surat edaran terkait pencegahan virus corona.

“Iya sepi banget dari pagi, ini enggak biasanya. Kami sudah bolak balik cari penumpang, ya memang sepi,” ujar Yudi, Sopir Angkot D 05 jurusan Depok-Citayam kepada Jurnal Depok, Senin (16/3).

Hal serupa juga terjadi di Terminal Terpadu Kota Depok. Penurunan jumlah penumpang mulai terlihat ntuk perjalanan luar kota mengalami penurunan hingga 70 persen. Kondisi itu sudah terjadi sejak awal diberitakan dua warga Depok terkena corona.

“Untuk penurunan bus luar kota sampai 70 persen, sama halnya dengan penumpang bus bandara,” ujar Ari Siswanto, Kepala UPT Terminal Terpadu Kota Depok didampingi Kasubag Tata Usaha UPT Terminal, Reynold John.

Dikatakan Ari, bus bandara yang beroperasi mulai pukul 02.00 WIB, hingga kemarin pukul 10.45 WIB hanya mengangkut sekitar 55 penumpang atau hanya sekitar 3-4 penumpang yang berangkat ke bandara per jam nya.

“Biasanya sekali jalan penumpang bus bandara bisa 15-20 penumpang, ini kelihatan betul menurunnya,” terangnya.

Diakui sejak ramai soal Covid-19 memang berdampak pada aktivitas di terminal. Namun saat ini kondisi berangsur normal walaupun belum seperti semula.

“Saat ini untuk penerbangan domestik terpantau normal kembali,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan surat edaran dari Wali Kota Depok untuk transportasi busway atau Trans Jakarta, untuk sementara waktu tidak dioperasikan. Hingga 14 hari kedepan, khusus di wilayah perbatasan DKI Jakarta.

“Kebijakan ini dilakukan agar masyarakat beraktifitas di rumah tidak perlu pergi ke Jakarta,” paparnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya telah melakukan antisipasi terkait penyebaran virus korona di ruang publik, yaitu dengan membentuk posko kesehatan bersama Dinkes dan memberikan edukasi kepada para penumpang baik di angkutan kota, maupun bus antar kota.

“Sosialisasi ini kami berikan kepada mereka agar hidup lebih sehat mulai dari etika batuk dijaga, mencuci tangan dengan benar, dan selalu menggunakan sanitizer,” tegasnya.

Sementara itu Hendra, operator pemberangkatan Bus MGI mengatakan sejak dikeluarkannya informasi terkait dua orang warga Depok, yang dinyatakan positif Korona angka penumpang bus terus mengalami penurunan.

“Biasanya kalau hari Senin itu sampai 20 orang, penumpang minimal. Sekarang hanya dua orang, karena Corona yang naik bus turun sekali. Otomatis, pendapatan supir juga semakin berkurang,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here