Aktivitas di Terminal dan Stasiun Berjalan Normal

50
Inilah kereta kesehatan atau Rail Clinic bagi warga sekitar Stasiun Depok dan Bogor

Margonda | jurnaldepok.id
Pusat keramaian di Kota Depok seperti Terminal, Stasiun dan Pusat Perbelanjaan pada Minggu (15/3) berjalan normal seperti biasa. Berdasarkan pantauan di salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Margonda, terlihat tidak ada penutupan pusat perbelanjaan dan tetap melayani konsumen seperti biasanya.

“Kami tetap buka, tapi manajemen kami sudah melakakukan sosialisasi kepada konsumen sebagai langkah menangkal penyebaran virus Covid 19,” kata Manajemen ITC Katharina Dwijanto.

Sama halnya dengan lokasi Pasar Kaget di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya yang biasanya buka setiap hari Minggu, tetap beroperasi seperti biasa bahkan dilokasi tersebut terlihat penumpukan masyarakat yang hendak berbelanja.

“Ya pas saya lewat Jalan Merdeka, pasar kagetnya masih beroperasi dan dipenuhi pengunjung, namun dilokasi pasar kaget yang lokasinya di sekitar SMPN 2 Kota Depok, terlihat sepi seperti biasanya yang selalu ramai,”ucap Rizki salah satu warga..

Semntara itu dilokasi berbeda, Erwin Pengurus Ikatan Remaja Depok Utara mengatakan, pasar kaget yang biasanya ada di Jalan Jawa Depok Utara,Kecamatan Beji, diliburkan untuk dua minggu kedepan.

“Langkah ini kami ambil, karena sebelumnya ada himbau dari Pemkot Depok, terkais penyebaran virus corona dan langkah untuk mengurangi kerumunan massa, pasar kaget di Jalan Jawa, kami liburkan sementara,”katanya.

Sementara itu berdasarkan pantauan Jurnal Depok, di Stasiun Depok pada Minggu (15/3) aktivitas terlihat tetap berjalan normal paska ramai informasi soal rute Kereta Rel Listrik (KRL) memiliki risiko tinggi penyebaran virus Covid -19 (Corona). Bahkan terklihat masih banyak orang yang dan kebanyakan dari mereka menggunakan masker.

“Sebetulnya saya merasa khawatir pada saat saya mengetahui berita terkait penyebaran virus corona didalam KRL kemungkinan lebih tinggi di bandingkan tempat-tempat keramayan lainnya, namun apa bolrh buat KRL merupakan sarana transpotasi yang saya gunakan setiap harinya, makannya untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak di inginkan saya mengikuti langkah-langkah pencegahan virus corona, salah satunya dengan menggunakan masker,” papar Andri.

Menanggapi terkait informasi resiko penyebaran virus corona lebih tinggi di moda transportasi umum, seperti di comumuterline. Pihak PT. KCI sebagai operator transportasi public menyiagakan tim medis di dalam angkutan commuterline Jakarta-Bogor.

“Kami telah melakukan tindakan untuk pencegahan penyebaran virus corona di areal stasiun dan angkutan commuterline Jakarta-Bogor, langkah yang kami lakukan ialah mulai dari menyediakan lebih dari 700 botol hand sanitizer untuk 88 rangkaian kereta dan 36 stasiun, dan kami juga menyiapkan pos kesehatan di 30 stasiun,” VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba kepada Jurnal Depok, Kamis (12/3).

Anne Menegaskan, komitmen yang dilakukan PT. KCI dalam melakukan antisivasi terhadap penyebaran virus corona sudah dilakukan sejak, Selasa (3/3) lalu, berbagai langkah dan tindakan sudah dilakukan dari mulai memberikan edukasi sampai langkah-langkah pencegahan lainnya.

“Hingga saat ini KCI telah memberikan edukasi cuci tangan yang benar dan membagikan masker pada pengguna communetline di 36 stasiun, kami juga rutin membersihkan seluruh rangkaian kereta seusai beroperasi dengan menggunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan dan menugaskan On Trip Cleaning yang membersihkan rangkaian kereta saat sedang beroperasi,” ungkapnya.

Petugas medis yang bersiaga di pos kesehatan, lanjut Anne mengatakn memberikan pelayanan untuk mengukur suhu tubuh, bahkan pihaknya memberikan masker hingga obat-obatan, nantinya bila dari hasil pemeriksaan tidak dapat ditangani, petugas kesehatan akan merujuk penumpang ke rumah sakit terdekat. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here