Belum Ada Progres Yang Signifikan, Koalisi Tertata Terkesan ‘Melehoy’

245
Para ketua partai yang tergabung dalam Koalisi Tertata saat menandatangani perjanjian koalisi

Margonda | jurnaldepok.id
Pascadideklarasikan pada awal Februari lalu, Koalisi Taat Tertib dan Taqwa (Tertata) hingga kini belum menunjukkan terobosan baru. Koalisi tersebut dinilai pengamat politik cenderung pasif dan tidak ada gebrakkan alias ‘melehoy’.

“Seharusnya pasca deklarasi Koalisi Tertata segera melakukan konsolidasi politik dan mengumumkan bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota yang diusungnya. Sekalipun belum ada petunjuk atau arahan dari masing-masung DPP partai politik,” ujar Bernhard, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Politik Kota Depok, Kamis (12/3).

Ia menambahkan, Tertata yang terdiri dari PAN, Demokrat, PKB dan PPP seharusnya tidak berdiam diri.

“Mereka sudah harus melakukan proses seleksi balon wali kota atau balon wakil wali kota. Apakah itu berasal dari kader partai pengusung atau berasal dari luar partai koalisi. Sehingga publik mengetahui kandidat-kandidat yang diusung Koalisi Tertata,” paparnya.

Sementara itu Ketua PAC PPP Kecamatan Sawangan, Ma’mun Pratama mengungkapkan, Koalisi Tertata saat ini masih solid. Komunikasi dan pertemuan-pertemuan masih tetap terjalin, meskipun mungkin tidak nampak di permukaan dan tidak terekspos ke publik.

“Namanya juga politik, ada hal-hal yang perlu dipublikasi dan ada yang bersifat tertutup,” tanggapnya.

Selain itu, sambungnya, Koalisi Depok Tertata sejak dideklarasikan hingga saat ini sudah sering menjalin komunkasi dan bersilaturahmi dalam rangka penjajakan dan lobi-lobi politik kepada partai di luar Koalisi Tertata, baik yang ada di parlemen maupun non parlemen.

“Termasuk dengan Pak H Mohammad Idris dan Bang H Pradi Supriatna, serta tokoh-tokoh Depok lainnya,” katanya.

Namun begitu ia mengakui, hingga saat ini belum ada hal yang menghasilkan keputusan baku tentang dukung mendukung calon wali kota dan calon wakil walikota dalam pilkada Depok 2020 nanti. Ia mengatakan bahwa semua masih cair dan dinamis.

Sebagai salah seorang kader partai yang tergabung dalam koalisi Depok Tertata, dirinya sangat berharap jika hasil komunikasi dan lobi lobi politik yang telah dilakukan dengan parpol non Koalisi Tertata dan para tokoh, jika sampai pada batas waktu yang telah ditentukan tidak menghasilkan satu keputusan dan kesepakatan, dirinya mendorong alangkah baiknya Koalisi Tertata mengusung calon wali kota dan calon wakil wali kota dari internal koalisi.

“Karena dari perolehan jumlah kursi DPRD syarat itu sudah lebih dari cukup terpenuhi. Di internal Koalisi Tertata banyak tokoh tokoh hebat dan mumpuni. Sebut saja dari Demokrat ada tokoh muda nasional, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edy Sitorus. Dari PAN ada Bang Hasbullah Rahmad dan Bang Igun Soemarno. Dari PKB ada Bang Babai Suhaimi dan Bang Slamet Riyadi. Sementara dari PPP ada Ibu Hj Qonita Lutfiyah yang sudah jelas dan pasti mendapat restu dan dukungan dari DPP PPP untuk maju dalam Pilkada Depok 2020,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here