Baru Dua Minggu ‘Ditebang’, PKL Vilmut Tumbuh Lagi

116
Terlihat lapak PKL yang mulai bermunculan pasca ditertibkan

Limo | jurnaldepok.id
Baru dua pekan ditertibkan oleh Satpol PP Kota Depok, lahan fasos fasum perumahan Villa Mutiara di Rw 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, kini sudah kembali ditempati oleh pedagang. Dari sekitar 22 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang dibongkar jajaran Satpol PP saat itu, kemarin sudah muncul dua pedagang liar yang menempat lahan eks bongkaran dengan mendirikan tenda.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Rw 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Mantri Muhammad mengatakan sangat menyayangkan aksi nekat warga yang kembali menempati lahan pasca dibongkar dua pekan silam meskipun kata dia dua pedagang tersebut tidak membangun lapak permanen dan hanya mendirikan tenda.

“Ini bukan masalah bangunan nya, tapi di papan plang sudah jelas diumumkan prihal larangan kepada warga untuk memanfaatkan lahan tersebut,” ujar Mantri kepada Jurnal Depok, kamarin.

Mantri menambahkan, meski sudah dua pekan dibongkar, namun sampai saat ini belum ada penataan lanjutan atas lahan yang tadinya ditempati oleh pedagang bahkan puing puing bangunan semi permanen milik para PKL hingga kini belum dibersihkan dan masih menumpuk dilokasi dan yang lebih mengejutkan kata dia muncul isue ada Girik diatas lahan fasos fasum tersebut.

“Harusnya lokasi itu langsung dibenahi agar tidak dioptimalkan lagi oleh warga dan soal girik itu baru kabarnya seperti itu,” ujarnya. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here