Awas! Wartawan Abal-abal Gentayangan

497
ilustrasi

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kecamatan Limo dan Kecamatan Cinere, kerap mengaku risih dan terganggu dengan kehadiran sejumlah wartawan abal abal yang datang dengan keperluan tidak jelas dan ujung ujungnya minta uang bensin.

Tak cuma itu, belum lama ini dua laki laki paruh baya dan mengaku sebagai wartawan, mendatangi Kantor Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, dan saat itu dua wartawan abal abal ini langsung menerobos masuk keruangan Lurah dan menyodorkan Kwitansi kepada Lurah Krukut minta sumbangan dengan alasan wartawan akan mengadakan acara.

Kepada Jurnal Depok, Lurah Krukut, Kecamatan Limo, Rohman Tohir mengatakan tidak kenal dengan dua orang yang mengaku wartawan tersebut bahkan kata dia dirinya baru sekali itu bertemu dengan kedua orang tersebut.

“Boro boro kenal, ketemu saja baru kali ini, tau tau dia langsung menyodorkan kwitansi katanya wartawan akan mengadakan acara di Depok,” ujar Rohman kepada Jurnal Depok, kemarin.

Rohman mengatakan, dia mulai curiga dengan ulah dua wartawan abal abal itu saat dirinya menanyakan kepada keduanya mau mengadakan acara apa, dimana dan kapan, namun keduanya tidak bisa menjelaskan secara rinci dan hanya menjawab acara wartawan disuatu tempat di Depok.

“Kalau memang benar ada rencana kegiatan wartawan tentunya jelas acara nya apa, dimana dan kapan yang dituangkan di profosal , tapi mereka berdua enggak bisa menjelaskan, dan hanya menyodorkan kwitansi,” sambung Rohman.

Dikatakan Rohman, meskipun dirinya tahu bahwa alasan kedua wartawan abal abal itu hanya merupakan modus belaka, namun dirinya tetap memberikan sekedar uang penggangti bensin kepada keduanya dengan tujuan agar kedua wartawan abal abal itu segera pergi meninggalkan Kantor Kelurahan Krukut.

“Saya ogah berdebat, tapi lucu nya setelah dikasih uang gocap, tanpa basa basi mereka berdua langsung ngeloyor keluar dari ruangan saya dan pergi,” tukas Rohman.
Selain wartawan abal abal, sejumlah orang yang mengaku anggota Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) juga diketahui kerap mendatangai sejumlah Kantor Pemerintahan di Kecamatan Limo dan Cinere.

Salah satu pegawai Kantor Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere Amarulah mengaku sudah beberapa kali didatangi lima sampai enam orang yang mengaku dari LSM, namun kata dia materi obrolan para oknum LSM itu bukan menyinggung masalah pelayanan di Kantor Kelurahan namun membicarakan masalah umum yang sudah muncul di media elektronik.

“Lucu, katanya LSM tapi mereka datang ke Kantor Kelurahan, hanya ngomongin kasus kasus yang sedang hangat di pemberitaan TV dan Medsos, anehnya lagi waktu pamit mereka minta uang bensin,” kata Amarullah.

Banyaknya modus akal akalan yang mengatasnamakan wartawan hendaknya menjadi perhatian para aparatur untuk tidak melayani kehadiran orang orang semacam itu pasalnya kelakuan para wartawan dan LSM abal abal itu bukan hanya sekedar mengganggu pekerjaan aparatur Pemerintahan saja namun juga dapat merusak citra dan nama baik Wartawan dan LSM yang resmi n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here