Tetangga Pasien Tak Takut Virus Corona

44
ilustrasi-istimewa

Depok | jurnaldepok.id
Tetangga pasien yang positif terjangkit Virus Corona (Covid 19) mengaku tidak takut dengan penyebaran virus tersebut, dan hingga saat ini situasi di lingkungan rumah pasien berjalan seperti biasa dan kondusif.

“Kami warga Depok, sudah tidak takut dengan virus Corona, bahkan beberapa warga yang sebelumnya takut untuk keluar rumah kini sudah berani untuk keluar rumah, hal itu terbukti dalam kegiatan senam bersama warga, yang kami adakan pada, Minggu (8/3) akhir pecan lalu, dalam kegiatan tersebut hampir semua warga ikut serta,” kata ketua RT, Teguh Prawiro.

Teguh mengaku, saat ini mental warganya mulai membaik dan sudah membuka diri, hal itu terjadi lantaran warga mulai paham tentang virus corona yang mereka dapatkan dari selebaran, media social, dan media televisi yang gencar memberikan informasi terkait virus tersebut.

“Pencerahan yang kami dapat contohnya bincang-bincang dari dokter yang meneliti virus tersebut, dari situlah mulai membuka cara pandang kami dalam menyikapi penyebaran virus corona,” ujarnya.

Salah satu yang sempat membuat kondisi warganya terpuruk, lanjut Teguh mengatakan adalah pernyataan-pernyataan yang keluar dari pihak tidak bertanggung jawab, yang kemudian membuat warga Depok mendapat stigma negatif dari warga lain.

“Namun kini setelah kami mendapat dukungan moral dari berbagai pihak, saat ini kami sudah kembali melakukan aktivitas sehari-hari tanpa ada rasa ketakutan yang berlebih, dan saat ini kami pun sudah melek informasi, makannya kami melakukan pola pencegahan dengan mulai menerapkan pola hidup sehat bahkan kami selalu memakai masker dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Depok, Lely mengaku turut senang dengan kondisi warga yang membaik. Karena menurutnya, saat pertama kali media memberitakan positif corona di kotanya, ia mengaku sempat mengalami penurunan penghasilan.

“Saat itu omset saya menurun drastic, karena warga depok mnegisolasi dirinya di rumah masing-masing dan takut untuk beraktifitas diluar rumah, bahkan banyak langgananan yang biasanya berbelanja ke kios sayur miliknya lebih memilih belanja di toko untuk mensuplai kebutuhan hariannya dan belanjaan mereka tidak sedikit,” ungkapnya.

Lely berharap, kejadian ini terus membaik dan warga kembali beraktifitas seperti biasanya, tanpa ada rasa takut. “Semoga semunya cepat berlalu, dan warga Depok bisa menjalankan aktifitasnya dengan normal seperti biasa,” pungkasnya.

Jajang warga Depok yang lain mengaku lega, kini daerah perumahannya sudah kembali kondusif. Ia pun mengaku takut terhadap virus corona (covid-19) sehingga dirinya selalu memakai masker, bahkan sampai hand sanitizer dengan jumlah yang banyak.

“Kemarin saya merasa sangat ketakutan, terlebih lagi saat ini saya memiliki balita di rumah, kan kasihan anak saya kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Jajang mengaku, bahwa saat ini dirinya mengaku sangat tenang dan tidak menyalahkan satu sama lain, namun menurutnya warga kini harus mulai menjaga pola hidup sehat dan rajin bersih-bersih dilingkungan rumah.

“Contohnya seperti kegiatan hari ini yang kami lakukan ialah kerja bakti buang sampah, memotong rumput, jadi dengan kegiatan seperti ini warga lebih sadar kebersihan lingkungannya,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here