Sikap PKS Tak Jelas, Idris Siapkan ‘Kendaraan’ untuk Maju Di Pilkada

370
Walikota Depok, Mohammad Idris didampingi Kabag Promentasi saat menghadiri upacara bendera HUT RI ke 74

Cilodong | jurnaldepok.id
Belum adanya kepastian dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan mengusung wali kota petahana, Mohammad Idris membuat dirinya melakukan beberapa antisipasi, salah satunya yakni menyiapkan ‘kendaraan’ dari partai politik selain PKS.

“Kendaraan (partai,red) memang terserah pemilik kendaraan, kalau mau memberikan kendaraan kepada saya dan saya bisa membawa penumpang ya akan saya ambil kendaraannya, kendaraan apapun. Yang penting kendaraannya bagus, lulus uji kir, enak dan nyaman,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Rabu (11/3).

Meskipun kendaraan lama (PKS,red), sambungnya, kir nya harus lulus. Begitu juga kendaraan baru pun harus lulus kir.

“Sebab casing juga kan, biasanya casingnya bagus ternyata mesinnya rongsok, ini harus dikir juga, yang penting lulus kir. Dari sisi pribadi saya masih cinta PKS, mudah-mudahan cinta saya masih diterima, kalu enggak diterima ya sudah saya cari cinta yang lain, kalau secara kelembagaan terserah mereka,” paparnya.

Idris juga mengungkapkan bahwa dirinya cinta dengan partai-partai lain. Bahkan ia mengajak kepada beberapa partai sama-sama ikut berkoalisi untuk memajukan Depok.

“Enggak sama sekali (digantung PKS,red), dari dulu sampai sekarang dari mulai calon wakil wali kota hingga calon wali kota yang pertama itu hal yang biasa. Pengumuman di last minute itu biasa, biasa saja jangan baper. Kalau pun nanti enggak dapat kendaraan (diusung PKS,red) ya sudah, enggak usah baperan, enggak usah menca-menca juga,” katanya.

Untuk itu, Idris pun menegaskan jika saat ini telah melakukan pendekatan dengan partai lain selain PKS. Hal itu dilakukan jika nanti dirinya tidak lagi diusung oleh PKS.

“Iya, sudah pendekatan kepada mereka. Ada lima partai yang sudah kami dekati, penumpangnya (pendukung,red) jelas ratusan ribu, kalau kursinya kurang lebih 20 kursi,” jelasnya.

Terkait dengan argo (mahar politik), Idris menegaskan jika mampu maka akan dipakai kendaraan itu. Namun jika tidak mampu, kata dia, tidak akan memaksakan.

“Jangan sampai ketika nanti jadi pemimpin hutang akan numpuk, dan yang ada dipikiran bagaimana caranya bayar hutang tersebut. Yang harus dipikirkan bagaimana cara mensejahterakan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Idris juga mengkalim, hingga saat ini tingkat elektabilitas dirinya masih teratas dibanding dengan kandidat lain yang akan mencalonkan diri sebagai wali kota dan wakil wali kota.

“Hasil survei terakhir seperti itu, informasinya petahana masih teratas. Prosentasenya nanti biar yang melakukan survei yang mengumumkan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here