Tangkal Penyebaran Virus Corona, Mahasiswa UI Doa Bersama

32
Doa bersama yang digelar mahasiswa UI lintas agama

Beji | jurnaldepok.id
Sejumlah civitas Universitas Indonesia, Sabtu (7/3) sore menggelar doa bersama lintas agama untuk menangkal penyebaran virus corona yang dipusatkan di audotoroum Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof Rosari Saleh kepada wartawan mengatakan dirinya dan mahasiswa melihat banyak berita tentang peneyebaran virus corona, yang mulai terjadi di Indonesia

“Melihat kondisi seperti saat ini terkait virus corona, kami melakukan doa bersama agar kami bisa terlindung dari wabah tersebut. Di samping itu juga doa bersama ini kaitannya dengan kontrak kinerja para Unit Kegiatan Kampus (UKM) dalam melakukan aktivitas dapat dilancarkan dan dalam lindungan tuhan yang maha esa,” paparnya.

Prof Rosari Saleh mengaku optimis jika persoalan virus corona dapat segera berlalu dan Indonesia bisa menangkal masalah tersebut. “Saya rasa dari keseriusan dan kedisiplinan, kita bisa menangani corona, dan bisa lewat dari persoalan ini,” tuturnya.

Prof Rosali Saleh menambahkan, Kampus UI telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menangkal wabah virus covid-19 (corona). Di antaranya ialah meniadakan sementara pertukaran mahasiswa asing hingga merumahkan sejumlah civitas akademika yang baru pulang dari luar negeri.

“Memang dalam beberapa hal kami melakukan pencegahan dan mengantisifasi hal ini, salah satu hal yang kami lakukan dengan mengurangi aktivitas pertukaran mahasiswa, dengan di tiadakannya kegiatan itu untuk mensiasatinya kami menggunakan teknologi berbasis digital, jadi kunjungan-kunjungan pertukaran pelajar untuk sementara waktu kami ganti menggunakan video conference,” terangnya.

Ketika ditanya soal pembatasan aktivitas terhadap mahasiswanya, Prof Rosali mengaku belum megetahui sampai kapan.

“Kalau pembatasan aktivitas kami belum tahu sampai kapan. Jadi kita siasati kalau harus bertemu dengan pihak asing di luar negeri, ya cukup kami lakukan menggunakan video conference, kan orang asingnya juga dibatasi ke Indonesia,” katanya.

Selain itu, langkah lain yang dilakukan untuk mencegah virus corona sejumlah civitas akademika yang sempat berada di luar negeri dan telah kembali ke tanah air, juga diijinkan untuk berada di rumah selama dua pekan.

“Kebijakan ini kami lakukan sejak beberapa hari lalu. Kami menyarankan mereka selama dua minggu ada di rumah dulu, kan masa inkubasinya 14 hari. Berapa banyak civitas yang belum masuk, saya enggak hafal,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here