Pembangunan Tiang BTS Disoal Warga Meruyung

135
Terlihat rangka pembuatan tiang BTS di wilayah Meruyung

Limo | jurnaldepok.id
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Supian Derry mempertanyakan status lahan untuk pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) di Jalan Tiga Putra Rt 03/11, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo.

Dikatakan Derry, banyak perayaratan administrasi yang harus dilengkapi untuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS) diantaranya status lahan harus jelas, lunas PBB dan banyak persyaratan lainnya.

“Pihak perusahaan provider nanti akan menyewa lahan untuk BTS itu, nah jika status lahannya saja tidak jelas, dengan siapa mereka harus menyewa lahan, dan pihak mana yang akan menerima sewa lahan” ujar Derry kepada Jurnal Depok, Minggu (8/3).

Dia menambahkan, selain status lahannya tidak jelas, rencana pembangunan tower BTS salah satu perusahaan provider itu masih belum disepakati sepenuhnya oleh warga sekitar oleh sebab itu dirinya berharap kepada Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) untuk tidak gegabah mengeluarkan izin pembangunan BTS sebelum semua persyaratan dari bawah terpenuhi.

Hal senada dilontarkan oleh Lurah Meruyung, Kecamatan Limo, Lukman Zaelani yang menyatakan bahwa dirinya tidak meghambat siapun yang hendak melaksanakan pembangunan diwilayahnya.

“Kami tidak bermaksud menghambat siapapun yang ingin melaksanakan pembangunan diwilayah kami, tapi tolong dilengkapi dulu persyaratannya sebagaimana yang telah diatur dalam ketentuan persyaratan pembangunan BTS, diantaranya status kepemilikan lahan, lunas PBB, surat persetujuan warga sekitar dan persyaratan administrasi lainnya” kata Deden sapaan akrab Lukman Zaelani.

Diakui Deden, belum lama ini secara lisan pihak Provider sudah berkoordinasi kepadanya untuk minta rekomendasi perizinan sebagai tindak lanjut dari rekomendasi pengurus lingkungan, namun dirinya minta kepada pihak privider untuk melengkapi terlebih dahulu persyaratan administrasi lahan yang akan digunakan.

Kasak kusuk rencana pembangunan Tower Base Tranceiver Station (BTS) di Rt 03/11 mencuat setelah pihak provider mengatakan sudah mendapat izin dari Dinas terkait untuk pembangunan tower BTS tersebut.

Mengingat lahan yang akan digunakan statusnya masih dipertanyakan, untuk itu ada baiknya pihak pemangku kewenangan dalam hal ini Dinas PMPTSP terlebih dahulu mencermati permasalahan lahan yang akan digunakan agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here