Gudang Keramik Diduga Belum Kantongi IMB

8
ilustrasi

Limo | jurnaldepok.id
Diduga belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) namun pihak pemilik gudang keramik di jalan raya Meruyung, Rt 01/07 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, sudah memulai proses pembangunan gudang bahkan saat ini pembangunan rangka besi gudang berukuran cukup besar sudah berdiri.

Menyikapi hal ini, salah satu tokoh masyarakat Meruyung Ma’mun Abdullah meminta kepada aparatur penegak perda dalam hal ini Satpol PP agar melakukan penindakan atas pembangunan gudang tersebut dan pemilik gudang diminta untuk menghentikan pembangunan sebelum mengantongi IMB.

“Saya sudah tanya Ketua LPM dan katanya itu IMB nya belum ada, tapi kok udah membangun,” kata Ma’mun yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok.

Dikatakan Ma’mun, meskipun pihak pemilik bangunan sudah berkoordinasi dan telah mendapat rekomendasi dari Ketua Lingkungan atau Lurah, namun bukan berarti sudah boleh langsung membangun, karena sesuai peraturan, pembanguna baru boleh dilaksanakan setelah IMB dipegang oleh sipemilik bangunan.

“Rekomendasi itu bukan Izin Mendirikan Bangunan, jadi untuk membangun tetap harus menunggu IMB diterbitkan,” ujar Ma’mun.

Disisi lain, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Supian Derry mengaku tidak tahu menahu soal pembangunan gudang berukuran besar di Rt 01/07 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo.

“Saya enggak tahu menahu soal pembangunan gudang itu itu karena saya sama sekali tidak diberi tahu, dan proses pembangunan gudang itu semua ditangani oleh Ketua Rt dan Rw setempat” kata Derry.

Sementara Lurah Meruyung, Kecamatan Limo, Lukman Zaelani mengatakan telah mengeluarkan rekomendasi menindak lanjuti rekomendasi dari ketua lingkungan namun dirinya mengaku tidak tahu apakah pemilik sudah mengantingi IMB atau belum.

“Kalau rekom sudah, tapi kalau IMB nya saya belum tahu apa sudah ada atau belum,” tukas Deden, sapaan akrab Lukman Zaelani. n Asti Ediawan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here