Antisipasi Corona, Rail Clinic Siaga di Stasiun

56
Inilah kereta kesehatan atau Rail Clinic bagi warga sekitar Stasiun Depok dan Bogor

Margonda | jurnaldepok.id
Virus Corona (Covid-19) yang telah menjadi pusat perhatian dunia karena menyebar dan menelan banyak korban jiwa. Bahkan, setelah dipastikan terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi virus mematikan ini, tindakan antisipasi penyebaran dilakukan secara masif diberbagai negara, termasuk di Indonesia.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro kepada wartawan mengatakan, jika PT. KAI tidak mengabaikan fenomena tersebut, bahkan perusahaanya semakin gencar melakukan kegiatan sosialisasi mengenai penyebaran corona virus dan melakuakn upaya pencegahan.

“Sebagai langkah konkrit, kami PT KAI Daop 1 Jakarta menghadirkan kereta kesehatan atau Rail Clinic bagi warga sekitar Stasiun Depok dan Bogor. Dijalankannya Rail Clinic ini adalah upaya PT. KAI agar tidak terjadi penyebaran virus corona di area stasiun dan kereta api,” tutur Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Edi Sukmoro, Jumat (6/3).

Edi menjelaskan, nantinya pada kegiatan Rail Clinic yang menurunkan 6 dokter dan 20 paramedis di stasiun tersebut, KAI akan melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat berupa, pembagian masker, pembagian pamflet, dan penyuluhan kesehatan tentang virus corona dan pencegahan.

“Kami juga akan memberikan edukasi serta himbauan menjaga kebersihan tangan, etika batuk bersin dan pemasangan banner edukasi terkait virus corona di area stasiun,” ungkapnya.

Selain sosialisasi pencegahan melalui kegiatan Rail Clinic, PT. KAI juga fokus dalam hal kebersihan sarana kereta. Seperti, melakukan pencucian interior dan eksterior kereta secara rutin setiap sebelum perjalanan dengan menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi.

“Kami juga menyiagakan petugas kebersihan baik di stasiun maupun selama perjalanan. Bantal yang disediakan di kereta pun selalu dalam kondisi baru tercuci bersih setiap pergantian penumpang,” katanya.

Tidak hanya itu, PT. KAI Daop 1 Jakarta, telah memasang spanduk/banner dan menyebarkan brosur/pamflet yang berisi informasi mengenai Virus Corona dan langkah-langkah antisipasi penularannya kepada pengguna kereta api.

“Kami ingin lebih menciptakan rasa aman kepada sesama pengguna kereta api, maka disejumlah stasiun yang berada di area Daop 1 Jakarta kini juga tersedia hand sanitizer alkohol 70-80% di beberapa titik lokasi strategis pada area Stasiun seperti pos kesehatan, meja check boarding, loket pembelian/pemesanan/pembatalan tiket, dan loko cafe (cafe milik PT KAI). Fasilitas tersebut juga tersedia disejumlah rangkaian KAJJ dan KRL,” terangnya.

PT. KAI melakukan edukasi di stasiun dan sarana kereta melalui berbagai cara dan media informasi terkait bahaya virus corona dan cara pencegahan baik untuk KA Jarak Jauh dan KRL.

“Kami meminta kerjasama dari para pengguna jasa KAJJ dan KRL agar menggunakan masker jika sedang tidak sehat. Selain itu, kami juga menghimbau pengguna jasa kereta api agar menjaga kebersihan di area stasiun demi menghormati kenyamanan pengguna lainnya, seperti tidak membuang air liur (meludah) sembarang tempat, dan menggunakan penutup mulut saat batuk atau bersin,” katanya.

Edi mengimbau kepada penumpang yang dalam kondisi tidak fit agar tidak memaksakan naik kereta api, dan meminta penumpang untuk melapor kepada petugas stasiun atau kondektur jika merasa tidak sehat, sehingga dapat ditindaklanjuti oleh petugas.

“Upaya-upaya preventif penyebaran virus corona terus kami lakukan baik di atas kereta maupun stasiun. Kami juga mengajak pengguna KA untuk sama-sama proaktif mencegah penyebaran virus corona,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here