Mabuk, Pedagang Acak-acak Lapak Pasar Kemirimuka

185
Salah seorang pedagang yang mabuk diamankan oleh petugas pasar

Beji | jurnaldepok.id
Diduga dibawah pengaruh minuman keras, seorang pedagang Pasar Kemirimuka, berinisial LK mengamuk dan mengacak-acak lapak berdagang miliknya dan beberpa lapak milik pedagang lainnya, bahkan LK membawa senjata tajam jenis golok.

“Saat itu saya sedang menjajakan barang dagangan saya seperti biasanya, saat sedang asyik berjualan tiba-tiba saya diserang oleh LK dengan membabi buta, namun kejadian tersebut bisa langsung dicegah oleh pedagang lainnya,” papar Udi yang merupakan pedagang Pasar Kemirimuka.

Udi menuturkan, bahwa dirinya dan rekan-rekan pedagang lainnya tidak mengetahui kedana dirinya diserang oleh LK. “Saya tidak tahu kenapa LK menyerang saya, padahal selama ini saya dan LK tidak pernah bermusuhan,” ungkapnya

Akibat serangan pelaku terhadap miliknya, Udi mengaku lapak dagangannya mengalami kerusakan sehingga tidak bisa berjualan selama dua hari. “Ya kalau kerugian kami nilai hanya ratusan ribu saja, namun karena engak berjualan kami bisa rugi mencapai puluhan juta rupiah,” katanya.

Sementara itu salah satu petugas Tibsar, Agus membenarkan adanya salah satu pedagang yang diduga terpengaruh minuman keras sehingga melakukan aksi pengrusakan terhadap lapak pedagan.

“Masalah ini kami sudah selesaikan antara kedua belah pihak diatas perjanjian materai, dan LK berjanji akan mengganti kerugian yang di alami korban,” katanya.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kemirimuka, Yaya Barhaya mengatakan bahwa kejadian ini merupakan dampak dari penundaan pembacaan deklarasi eksekusi oleh Pengadilan Negeri dan Pemkot Depok.

“Sudah terbukti kan pengelolaan Pasar Kemirimuka, tidak baik selain terjadi keributan pedagang ada juga penangkapan kegiatan judi oleh pihak kepolisian belum lama ini,” ucapnya.

Selain itu Yaya juga menduga di lingkungan Pasar Kemirimuka, ada kegiatan kriminal lainnya seperti peredaran narkoba, dan tindak asusila. “Kami rasa pasar sudah tidak aman banyak yang mabuk, judi, narkoba, pelacuran, dan tindakan kriminal lainnya,” katanya.

Yaya menambahkan, masih banyak pelanggaran dan kesalahan-kesalahan Pemkot Depok, dalam melaksanakan pengelolaan di Pasar Kemirimuka seperti taman berubah fungsi jadi Mandi Cuci Kakus.

“Saya lihat jalur hijau dijadikan lapak-lapak pedagang yang diduga disewakan untuk kepentingan pribadi yang mengakibatkan keindahan Pasar Kemirimuka, jadi tidak baik,”katanya.

Menurutnya pengelolaan pasar Kemirimuka, yang tidak baik dan berubah fungsi dimana gang atau lorong kios yang banyak tutup dijadikan gudang para pedagang. Tidak adanya pengawasan kepada para pedagang sehingga para pedagang seenaknya saja merubah bentuk dan merubah jenis usaha.

“Saya juga temukan kios-kios berubah jadi tempat tidur atau tempat tinggal yang dihuni oleh warga yang terdata oleh dinas terkait,”katanya.

Sebagai langkah menciptakan Pasar Kemirimuka, yang aman dan nyaman. Menurut Yaya perlu dilakukan pembenahan secepatnya serta menyelesaikan keputusan Pengadilan Negeri yang sudah inkrach.

Sementara itu saat di konpirmasi terkait kejadian yang terjadi di Pasar Kemerimuka, Kepala UPT Pasar Kemirimuka Sabeni, menegaskan pihaknya selalu berupaya menciptakan kondisi pasar yang aman, nyaman bagi pedagang dan konsumen.

“Kami sudah lakukan tindakan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman pedan dan bembeli,” ungkapnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here