Alami Kekurangan, Pertamina Tambah Stok LPG 3 Kg Sebanyak 64 Ribu Tabung

83
Ahmad Badri

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kekurangan gas LPG 3 kilo gram akhir-akhir ini di wilayah Kota Depok membuat Pertamina menambah alokasi pasokan gas bersubsidi sebanyak 64 ribu tabung. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Himpunan Pengusaha Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas), Ahmad Badri.

“Alhamdulillah pada 27 dan 28 Februari serta tanggal 5 dan 6 Maret ini kami medapatkan alokasi tambahan dalam bentuk droping kepada agen-agen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Penambahan per hari pada tanggal itu 16 ribu tabung, jika dikalikan empat tanggal itu maka ada 64 ribu tabung yang digelontorkan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Badri kepada Jurnal Depok, Kamis (5/3).

Ia menambahkan, penambahan jumlah itu diluar alokasi regular yang telah ditetapkan. Selama ini alokasi yang diberikan oleh Pertamina untuk Kota Depok mencapai kurang lebih 1,6 juta tabung per bulan atau setara 64 ribu tabung per hari.

Dikatakannya, Pertamina tidak bisa jor-joran dalam memberikan alokasi tambahan. Pasalnya, kata dia, LPG 3 kilo gram merupakan barang subsidi dan diberikan sesuai kebutuhan.

“Jika dirasa masih kurang pemerintah daerah dan Pertamina akan memberikan tambahan lagi,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, penyebab kekurangan LPG 3 kilo gram akhir-akhir ini lebih karena banyaknya permintaan yang terjadi di Februari. Sementara, suplay dari Pertamina tidak ada pengurangan.

Meski di bulan Maret ini tidak ada hari besar keagamaan, sambungnya, namun setelah ditelusuri saat ini di Kota Depok banyak bermunculan usaha kecil menangah, warteg dan laundry yang menggunakan gas LPG 3 kilo gram.

“Masalah banjir yang terjadi di wilayah Jakarta dan penyangga Depok seperti Bekasi juga mempengaruhi peningkatan permintaan LPG. Karena ada warga yang berasal dari Jakarta dan Bekasi tinggal sementara ke daerah yang relatif lebih aman dari banjir dan lebih dekat dengan kegiatan mereka, salah satunya ke Depok,” terangnya.

Pihaknya juga telah memetakan wilayah-wilayah yang saat ini dirasa banyak permintaannya seperti Sukmajaya, Cilodong, Tapos, Cimanggis dan Pancoran Mas. Sementara untuk wilayah Beji, Cinere, Limo, Cipayung, Sawangan dan Bojongsari relatif aman.

“Kami telah minta kepada agen-agen yang telah mendapatkan alokasi fakultatif ini agar diarahkan ke wilayah-wilayah yang terjadi peningkatan permintaan. Saat ini kami melihat pelaku usaha mikro memang banyak di wilayah Timur Depok,” katanya.

Pihaknya berharap kekurangan itu tidak terjadi lagi. Kedepan, pihaknya bersama pemerintah daerah juga akan terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan LPG 3 kilo gram di Kota Depok.

“Kami juga akan terus sosialisasi kepada rumah-rumah makan yang masih menggunakan LPG 3 kilo gram untuk beralih ke LPG non subsidi. Untuk LPG 3 kilo gram harga masih tetap dan tidak ada kenaikkan yakni Rp 16 ribu, itu sesuat HET,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here