Dampak Virus Corona, Harga Rempah-rempah Melonjak Naik

138
Salah satu pedagang rempah-rempah yang berjualan di pasar tradisonal Pancoran Mas

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Dinggap berhasiat meningkatkan kekebalan tubuh dari virus corona, beberapa jenis rempah mengalami kenaikan harga yang signifikan di pasaran, rempah-rempah tersebut seperti jahe merah, kunyit, temulawak dan masih ada jenis rempah lainnya, kenaikan rempah-rempah tersebut sampai empat kali lipat dari harga biasanya.

“Kenaikan harga rempah-rempah terjadi sejak dua hari lalu, untuk kisaran kenaikan antara Rp. 5.000-6.000 seperti jahe merah yang biasanya Rp. 40.000/kg kini jadi Rp. 46.000 bahkan yang sangat drastis kenaikannya adalah temulawak yang biasanya saya jual Rp. 10.000/kg kini menjadi Rp. 40.000/kg,” kata salah satu pedagang di pasar tradisonal Pancoran Mas, Marto kepada Jurnal Depok, Rabu (3/3).

Sementara itu kenaikan di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, harga rempah-rempah pun mengalami kenaikan yang cukup signifikan, namun yang sangat signifikan ialah harga temulawak.

“Biasanya saya jual jahe merah dengan harga Rp. 20.000/ kg kini saya menjual Rp. 40.000/kg, jenis rempah sereh kini harganya Rp 10.000/kg dari Rp 6.000/kg dan kunyit sekarang Rp 12.000/kg dari Rp. 5.000/kg,” kata Yadi pedagang Pasar Kemirimuka.

Yadi mengaku, melonjaknya permintaan tersebut terjadi setelah ada informasi bahwa jenis rempah-rempah tersebut jika di konsumsi berkasiat dapat mencegah penularan virus corona.

“Sejak Senin permintaan melonjak, banyak yang nyari untuk jenis rempah tersebut, dan rata-rata pembeli yang saya Tanya mereka membeli jenis rempah tersebut untuk di konsumsi sebagai penangkal virus corona,” ungkapnya.

Yadi mengaku terpaksa menaikan barang dagangannya lantaran harga di Pasar Induk pun sudah melonjak tinggi dari harga biasanya. “Harga temulawak di pasar induk saja sekarang sudah menembus angka Rp.40.000/kg pedagang di pasar induk beralasan barangnya sudah langka sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, Suryadi pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengaku kenaikan harga sejumlah komoditas dikarenakan susahnya pasokan barang dan stok barang yang terbatas. Bahkan dirinya merasa heran karena selama 15 tahun dirinya berdagang, baru kali ini harga rempah-rempah khususnya temulawak harganya melambung tinggi.

“Kenaikan harga ini terjadi karena pasokan barang sangat sedikit, kalau sudah susah barang seperti ini mau barang apapun pasti harganya akan melonjak tinggi di manapun itu pasarnya. Dan juju raja yah saya baru kali ini jual mahal kunyit sampai harga Rp.12.000/kg 15 tahun saya jualan ga pernah saya jual harga kunyit sampai segitu, ini baru pertama kali terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu pembeli, Karno merasa kaget dengan kenaikan harga beberapa jenis rempah-rempah.

“Saya biasanya kalau belanja bawa uang Rp.100.000 cukup beli rempah-rempah, tapi sekarang harga naik jadi dengan uang segitu sudah tidak cukup lagi membeli rempah-rempah yang saya butuhkan,” ungkapnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here