Belum Masuk Kerja, Puluhan Tenaga Medis Masih Diobservasi

79
Hardiono

Margonda | jurnaldepok.id
Puluhan tenaga medis salah satu rumah sakit di Kota Depok, hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di laboratorium, tindakan itu dilakukan paska para tenaga medis tersebut melakukan kontak dengan terduga pasien virus corona.

Sekertaris Daerah Kota Depok, Hardiono mengatakan hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut nantinya akan menentukan, apakah mereka berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) atau tidak.
“Kalau nanti ternyata ODP, bisa dikonsultasikan ke pihak rumah sakit yang lebih tinggi dan berwenang seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Nova menambahkan pihaknya masih melakukan observasi atau pemantauan terhadap puluhan tenaga medis.
“Ada lima orang, yang batuk dan pilek, tetapi ini kan belum tentu karena terinfeksi corona, maka harus di cek ke laboratorium terlebih dahulu. Kalau soal, mereka sudah bisa beraktifitas atau belum itu kembali kepada kebijakan pihak rumah sakit,” ungkapnya.

Nova menegaskan, berdasarkan pemaparan Menteri Kesehatan, pegawai rumah sakit tersebut lebih baik bekerja seperti biasa. Apabila dirumahkan, bahkan sampai diisolasi dipastikan mengganggu psikologis mereka.
“Anjuran dari kami sebaiknya sesuai arahan dai bapak menteri, mereka harus tetap bekerja agar psikologis mereka mereka tidak tertekan. Yang terpenting, ketika ada gejala segera ditangani,” jelasnya.

Dirinya mengingatkan, infeksi virus bisa sembuh sendiri dan angka kematiannya juga kecil dibandingkan dengan penyakit difteri. Sehingga diharapkan, seluruh masyarakat tidak perlu khawatir. Tetapi yang perlu diwaspadai adalah ketahanan tubuh dan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS).
“Memang bisa sembuh sendiri, infeksi virus kan sifatnya begitu. Terpenting jaga kesehatan tubuh, virus akan mudah masuk ketika kita dalam kondisi tidak fit,” paparnya.

Selanjutnya saat ditanya mengenai, kesiapan Kota Depok, dalam menghadapi virus corona paska ditemukannya dua warga yang positif terinfeksi.

Nova menyebutkan, RSUD menjadi rumah sakit satelit yang menerima seluruh laporan masyarakat mengenai gejala-gejala virus corona. “Jadi bagi mereka, yang sudah merasakan gejala awal sepeti batuk, bersin, pilek, dan flu bisa langsung datang ke RSUD,” ujarnya.

Sementara itu pihak manajemen Rumah Sakit Mitra belum memberikan keterangan perihal tenaga medis yang sebelumnya berkontak langsung dengan pasien terduga corona. Pantauan di lokasi kegiatan di Rumah Sakit tersebut berjalan seperti biasa. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here