Sudutkan Kinerja Wali Kota Petahana, Analisa Muluk Dinilai Lemah

49
Kasno

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kapok Depok, Kasno menilai analisa Pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI), Prof Hamdi Muluk terhadap kinerja Wali Kota Depok, Mohammad Idris lemah.

“Saya sangat tergelitik dan geli dengan pernyataan Prof Hamdi Muluk disalah satu media massa yang menyatakan tolak Mohammad Idris mencalonkan kembali sebagai calon Wali Kota Depok untuk dua periode. Saya rasa pernyataan dan analisanya lemah serta narasinya kurang bermutu,” ujar Kasno kepada Jurnal Depok, Senin (2/3).

Kasno menduga, Hamdi tidak melihat secara fakta di lapangan. Bahwa semenjak Kota Depok berdiri dari tahun 1999 hingga saat ini, baru satu kali meraih penghargaan Adipura di era kepemimpinan Mohammad Idris dan Pradi Supriatna yang menjadi satu kembanggaan warga Kota Depok.

Selain itu, sambungnya, selama Kota Depok berdiri selama kurang lebih 20 tahun, namun di era kepemimpinan Mohammad Idris dan Pradi Supriatna telah berdiri alun-alun sebagai lambang dan kebanggaaan masyarakat Kota Depok.

“Jika Prof Hamdi Muluk berbicara keluhan pelayanan masyarakat, pemerintah Kota Depok tahun 2020 akan membangun RSUD wilayah timur tepatnya di Kecamatan Tapos. Bicara perbaikan jalan, jelas ada perbaikan jalan dengan betonisasi dan pembangunan jembatan di beberapa titik seperti Jembatan Serong, Jembatan Tanah Baru dan Jembatan depan Dipo,” paparnya.

Terkait dengan kemacetan, lanjutnya, Pemerintah Kota Depok sudah menerapkan kebijakan SSA di Jalan Nusantara dan Dewi Sartika. Bahkan saat ini, kata dia, Pemerintah Kota Depok sedang berupaya ke pemerintah pusat untuk melebarkan Jalan Raya Sawangan.

Perihal saluran air, sambungnya, Dinas PUPR sudah mengerjakan dan memperbaiki beberapa ruas saluran dan puluhan tenaga satgas banjir yang siap bekerja 1×24 jam melayani masyarakat.

“Terkait masalah sisa anggaran atau silpa, seharusnya Prof Hamdi Muluk melihat dari kejadian mala petaka seperti Nangka Gate dengan tersangkanya mantan Wali Kota Depok dua periode, NMI. Maka pendapat saya buat apa APBD dipaksakan terpakai jika nantinya menimbulkan masalah dikemudian hari,” katanya.

Namun begitu, Kasno menilai suatu hal yang wajar dan tidak aneh dengan pernyataan Prof Hamdi Muluk menentang Idris mencaolonkan diri sebagai Wali Kota Depok untuk kedua kalinya.

“Karena saya sedikit tahu afiliasi Prof Muluk kemana,” jelasnya.

Sebelumnya Pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI), Prof Hamdi Muluk mengungkapkan kepemipinan Mohammad Idris sebagai Wali Kota Depok cukup satu periode saja.

“Menurut saya sudah cukup lah, enough is enough (Idris memimpin Depok). Kenapa? Karena wali kota saat ini sibuk mengurus ideologi maka akan sulit untuk menjadi Depok lebih baik lagi,” ungkapnya seperti dilansir wartakotalive.com. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here