Masker Ludes Terjual dan Sulit Ditemui

61
Tulisan 'Masker Habis' mulai terlihat di toko obat dan apotek

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Paska dua warga Kota Depok, positif terjangkit virus corona, penjualan masker dan cairan pembersih tangan meningkat bahkan biasanya sangat mudah didapatkan kini sangat langka di Kota Depok.

“Saya tinggal di Sukmajaya mencari stok masker dan cairan pembersih tangan tidak bisa mendapatkannya karena beberpa minimarket dan apotek sudah kehabisan stok,” kata Riniyanti warga Sukmajaya kepada Jurnal Depok, Senin (2/3).

Riniyanti mengaku sudah menyisir hampir semua minimarket hingga apotek di lingkungan tempat tinggalnya, namun tidak juga bisa memperoleh masker. “Dari arah Jalan Keadilan sampai Proklamasi, apotek maupun minimarket sudah tidak ada masker, Terakhir apotek ada satu, tapi pas antri eh saya malah tidak kebagian,” ungkapnya.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, salah satu pedagang obat dan alat kesehatan, di Pasar Depok Jaya, Nisa mengatakan bahwa hari ini, Senin (2/3) tokonya menyediakan stok masker sebanyak 80 box.

“Semenjak isu virus corona banyak warga yang mencari masker, bahkan stok yang saya miliki sebanyak 80 box saja habis terjual dalam waktu satu jam, dan saya juga menjualnya bukan lagi per box, melainkan saya batasi, jadi setiap pembeli hanya boleh beli 3 buah masker saja, selain masker cairan pembersih tangan juga laku keras,” ungkapnya.

Nisa mengaku, saat ini stok masker baru sudah susah didapatkan, terlebih lagi semenjak isu virus corona menyebar di Indonesia, dirinya sangat kesulitan untuk memesan masker kepada distributor masker dikarenakan dipabriknya pun tidak ada lagi stok yang tersedia.

“Masker saat ini di toko kami hanya tersisa 2 buah saja, itu pun dari model masker N95 dengan harga satuan Rp 75.000. Kalau mau pesan juga tidak bisa, karena stok juga sudah susah sejak isu corona merebak,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here