Pertanyakan Arah Koalisi Tertata, DPW PAN Ogah ‘Kejeblos’

130
Hasbullah Rahmad

Beji | jurnaldepok.id
Ketua Harian DPW PAN Jawa Barat, Hasbullah Rahmad meminta jajarannya di DPD PAN Kota Depok agar lebih cermat dalam menentukan siapa yang akan diusung dalam Pilkada Depok, 23 September mendatang.

“Kami minta ada mekanisme internal baik survei maupun konteks penjaringan calon. Kan calon itu bisa diteropong melalui survei sebenarnya, siapa yang memiliki kans paling besar, tinggal bagaimana nanti partai pengusung mengkawinkan antara calon wali kota dan wakil walikota,” ujar Hasbullah kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menegaskan, kemenangan Pilkada Depok itu tergantung dari ketepatan dalam menetapkan pasangan.

“Boleh saat ini ada seorang calon secara personal elektabilitasnya tinggi, tapi kalau sampai salah milih wakil maka akan jeblok. Iya (itu kuncinya,red),” paparnya.

Hasbullah mengungkapkan, bahwa partainya hingga saat ini belum memberikan rekomendasi kepada bakal calon wali kota dan wakil wali kota Depok siapapun.

“Hingga saat ini PAN belum ada keputusan untuk pilkada, karena dalam PO DPP itu DPD nantinya akan menjaring calon dan memplenokan di DPD dengan tim Pilkada DPW dan akan digelar rapat di DPW,” terangnya.

Dari situ, sambungnya, nantinya DPW akan memanggil para kandidat untuk wawancara dan sebagainya sebelum direkomendasikan ke DPP.

Hasbullah yang juga menjabat sebagai Ketua BKD DPRD Provinsi Jawa Barat menjelaskan, bahwa tahapan penentuan bakal calon wali kota-wakil wali kota dari partainya bisa berlapis-lapis.

“Nanti ada persetujuan juga dari DPW, jadi semua rekomendasi pilkada kota/kabupaten sebelum ke DPP terlebih dahulu ke DPW, itu sudah mekanismenya. Hingga saat ini PAN belum menentukan karena PAN Depok kan masih tergabung dalam Koalisi Tertata,” katanya.

Hasbullah juga sesungguhnya ingin mengetahui arah Koalisi Tertata ini akan mengarah kemana, apakah sudah memiliki calon sendiri atau masing-masing partai memiliki calon.

“Ini juga kan belum ketahuan, baru perahunya yang mereka ciptakan. Dari itu kami minta ada mekanisme internal baik survei maupun konteks penjaringan calon,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here