Mahasiswi UI Alami Pelecehan Di Lingkungan Kampus

112
ilustrasi

Beji | jurnaldepok.id
Seorang mahasiswi Universitas Indonesia (UI) diduga menjadi korban pelecehan seksual di lingkungan kampusnya. Kejadian tersebut bermula ketika korban hendak menuju kampusnya, dan di tengah jalan korban dihampiri sekelompok anak muda.

“Saat itu saya sedang berjalan menunju kampus, ditengah perajalan saya berpapasan dengan sekelompok anak muda, saat itu para pemuda tersebut berbicara tak tentu atah, namun saya tidak mendengar pasti perbincangan mereka, nah pas saya semakin dekat dengan mereka, tiba-tiba salah satu pemuda tersebut menghampiri saya dan menyentuh pundak saya, saya merasa sentuhan tersebut tak semestinya dilakukan karena kami tidak saling kenal, seketika saya langsung berlari sambil ketakukan menuju POS Pengaman Lingkungan Kampus (PLK),” papar NM mahasiswa UI semester dua tersebut, kepada Jurnal Depok, Sabtu (29/2).

Setibanya di Pos PLK, NM langsung melaporkan kejadian yang menimpanya kepada petugas yang tengah berjaga.

“Setibanya di pos saya langsung melapor, karena bagi saya sentuhan fisik tanpa melalui konsensus itu merupakan tindakan pelecehan seksual, kebetulan saya juga consern terhadap hal-hal soal pelecehan seksual. Tetapi, saya tidak menyangka bahwa itu akan saya alami juga,” katanya.

Namun dirinya sangat menyangkan tindakan yang dilakukan petugas PLK, pelaku dibiarkan pergi begitu saja dan hanya dianjurkan meminta maaf kepada dirinya oleh petugas.

“Saya kecewa dengan petugas, karena bagi saya mau dengan niatan bercanda pun, dia sadar untuk menyentuh saya dan saya tidak terima. Apalagi, sudah jelas niatannya menjadikan saya sebagai bahan bercandaan, apalagi mereka orang asing. Eh ini saya malah diminta pihak keamanan untuk tidak lagi jalan seorang diri, Saya betul-betul berharap pihak PLK UI tidak seperti ini lagi dalam menangani kasus pelecehan seksual,” ungkapnya.

Karena merasa kecewa, korban pun memposting kekesalan dirinya di akun social media miliknya dalam postingan itu dia menuliskan rasa kekecewaanya terhadap pihak keamanan kampus.

“Saya berharap ada tindakan serius dari pihak keamann kampus yang seharusnya menjadi pelindung mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Tosari Saleh mengatakan kasusnya sudah ditangani pihak kampus dan korban mendapat pendampingan hukum untuk menyelesaikan kasus ini.

“Kami terus berupaya melakukan pendampingan terhadap para mahasiswa kami, karena kami berkomitmen menyusun langkah strategis upaya pencegahan, penanggulangan, dan penanganan perihal kekerasan seksual mahasiswa UI,”katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Ari Kuncoro mengatakan kasus pelecehan yang dialami seorang mahasiswi UI kini sudah ditangani oleh pihak berwenang.

“Kapolres (Metro Depok) sudah datang, sudah ada crisis center dan akan diproses pelakunya, poin terpenting bagi saya para pria yang diduga sebagai pelaku pelecehan dapat menyadari bahwa tindakannya tersebut salah. Saat ini geromobolan pria tersebut diduga merupakan peserta kursus di Pusat Studi Jepang UI yang baru saja kelar kursus kemudian bertemu dengan sang mahasiswi tersebut,” paparnya.

Ari mengatakan, untuk mencegah hal serupa terulang, pihaknya akan meningkatkan keamanan seperti menyiapkan patroli petugas keamanan di sekitaran kampus.

“Termasuk akan ada penambahan penerangan di semua tempat, kami juga rencanakan akan ada safewalk, Safewalk yang dimaksud adalah penempatan petugas untuk mengawal mahasiswa yang merasa membutuhkan pengawalan,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here