Bandel, Puluhan PKL Villa Mutiara Dieksekusi Petugas Gabungan

411
Satpol PP dan petugas gabungan saat menertibkan bangunan liar milik PKL di kawasan Villa Mutiara

Limo | jurnaldepok.id
Puluhan anggota Satpol PP Kota Depok, Kamis (27/2) membongkar 24 bangunan liar (Bangli) diatas lahan fasos fasum perumahan Vila Mutiara, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. Dalam kegiatan pembongkaran bangli dikawal anngota Polsek Limo, anggota Koramil 07 dan turut hadir Camat Limo, Zaenudin serta Lurah kelurahan Grogol, Danudi Amin.

“Secara keselurahan jumlah lapak pedagang kaki lima yang terletak di wilayah Rw 10, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, sebanyak 24 bangunan semi permanen, namun sebelumnya ada beberapa banguanan lapak yang sudah dibongkar secara swakarsa oleh pemilik bangunan, dan sisa bangunan liar yang kemudian dibongkar paksa berjumlah 17 unit,” ungkap Kasie Tramtibmastibum Satpol PP Kota Depok, R. Agus Muhammad, kepada Jurnal Depok, Kamis (27/2).

Dia menambahkan, secara umum pelaksanaan pembongkaran lapak PKL di Rw 10 Kelurahan Grogol, berjalan lancar,tertib dan tidak ada ada perlawanan dari pemilik bangunan.

“Semua tahapan menuju penertiban sudah kami lakukan, dan para pemilik bangunan tidak ada yang protes apalagi melawan petugas,” kata Agus.

Sementara salah satu pemilik lapak PKL, Ubay mengaku pasrah saat tim Satpol PP melakukan pembongkaran terhadap bangunan tempat dirinya berjualan nasi goreng sejak 25 tahun silam.

“Mau gimana lagi, kami pasrah saja,” ujar Ubay kepada Jurnal Depok sambil mengais sisa perabotan yang masih tertinggal didalam lapak.

Dikatakan Ubay, para pedagang mengakui bahwa lahan lapak tempat mereka mencari nafkah bukan milik para pedagang, namun selama ini para pedagang secara rutin membayar uang keamanan dan kebersihan kepada pihak PT Ispi yang telah merekomendasikan para pedagang menempati lahan fasos fasum perumahan Vila Mutiara.

“Kami bayar setiap bulan tiga ratus ribu kepada PT Ispi, karena dulu PT Ispi yang ngasih ijin kami berjualan disisni,” imbuhnya.

Meski aksi pembongkaran puluhan bangunan lapak PKL berjalan tertib dan lancar, namun disisi lain pengurus lingkungan Rw 11Perumahan Vila Mutiara sempat melakukan protes soal kedudukan lokasi lahan yang ditempati PKL yang nantinya bakal dibangun Taman Kelurahan Grogol.

Pada perbincangan dengan Camat Limo, Zaenudin, Cahyo selaku pengurus lingkungan Rw 11 mengkalim lahan yang ditempati oleh para PKL masuk dalam wilayah Rw 11 dan bukan diwilayah Rw 10 sebagaimana yang telah tertulis dalam pemberitaan di media massa, namun saat itu, Zaenudin mengatakan, secara administrasi kedudukan lahan yang ditempati oleh PKL masuk kewilayah Rw 10, hanya saja lanjut Zaenudin lahan itu memang benar merupakan lahan fasos fasum perumahan Vila Mutiara.

“Kami mengacu pada data administrasi apalagi menurut keterangan Ketua Rw 10 Matri Muhammad, pembangunan drainase diatas lahan itu diajukan oleh pengurus lingkungan Rw 10 dan atas nama Rw 10 dan saya rasa tidak perlu terlalu dipermasalahkan soal kedudukan lahan karena momentum sekarang ini adalah soal penertiban bangunan liar milik PKL,” kata Zaenudin.

Dia menambahkan, mengacu pada pengalaman pengadaan taman biasanya muncul para pedagang disekitar taman, oleh sebab itu dirinya mengusulkan kepada pihak terkait dalam pengadaan taman agar diupayakan untuk menyisihkan tempat khusus diseputar taman bagi upaya pengembangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“ini soal pengembangan UMKM, ada baiknya nanti pihak Dinas LHK dapat memporsikan Space untuk UMKM,” pungkas Zaenudin. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here