Layani Penumpang dari Pemukiman, Bus JRC Depok-Cempaka Mas Beroperasi

1459
Salah satu unit bus JRC yang sedang mengambil penumpang di kawasan GDC

Margonda | jurnaldepok.id
Jabodetabek Residensial Connexion (JRC) secara resmi mengaspal di wilayah Depok. Kehadiran JRC diharapkan mampu memberikan varian transportasi publik menuju wilayah Jakarta.

“JRC merupakan transportasi publik yang melayani customer dari pemukiman ke tujuan di wilayah Jabodetabek,” ujar Dadang Wihana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Rabu (26/2).

Ia menambahkan, penggunaan angkutan pribadi saat ini masah tinggi, salahsatunya disebabkan belum tersedianya transportasi publik yang nyaman dan efisien. Tingginya penggunaan angkutan pribadi menjadi penyumbang kemacetan lalu lintas.

Selain itu JRC dilatar belakangi oleh kebutuhan warga yang harus direspon oleh pemerintah dan dalam rangka melaksanakan amanah RPJMD untuk peningkatan penggunaan angkutan umum.

“Dari hal tersebut kami coba berkolaborasi dengan para pihak dan dengan prinsip collaborative governance terutama BPTJ, Dishub DKI, TransJkt, PPD, GDC dan warga. Tujuannya tak lain memberi kemudahan akses layanan transportasi publik langsung dari sumbernya dan mengurangi penggunaan angkutan pribadi,” paparnya.

Dikatakannya, saat ini rute JRC untuk uji coba dimulai dari GDC-Halte Juanda-PintuTol Cijago-ITC Cempaka Mas.

“Bus berangkat pukul 06.00 dan 06.15 WIB dari Depok dan kembali dari Jakarta pukul 17.00 dan 17.15 WIB. Kedepan akan dikembangkan ke Lebak Bulus dan Lapangan Banteng,” ungkapnya.

Untuk tarif, sambungnya, diberlakukan dari BPTJ dan saat ini masih diuji coba dengan tarif Rp 15.000.

“Untuk JRC ini layanannya bersifat premium, tidak boleh ada yang berdiri. Dari JRC ini diharapkan juga angkot yang melayani area GDC bisa jadi feeder JRC,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada waktu yang akan datang ketika pintu Tol Sawangan 4 dibuka, akan diujicoba dari permukiman Sawangan Permai/Sub Terminal Sawangan ke Jakarta.

“Saat ini baru dua bus, satu bus kapasitasnya 50 penumpang. Kedepan disesuaikan dengan demand. Ujicoba efektif mulai Senin 23 Feb. Kami melihat trendnya cukup positif,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here