Guru Dibotakin, Anggota DPRD Depok Merasa Prihatin

303
H Igun Sumarno

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Anggota Komisi D DPRD Depok, H Igun Sumarno merasa prihatin atas perlakuan terhadap guru SMPN 1 Turi, Sleman yang ditetapkan sebagai tersangka susur sungai dicukur botak oleh kepolisian.

“Melihat dari video dan berita guru tersebut dibotakin hingga akhirnya menjadi viral, ini sungguh tidak manusiawi. Masalah kelalaian dan keteledoran menurut kami ini bukan kriminal. Yang namanya guru pada saat menjalankan program kegiatan yang sifatnya kebiasaan bahwa Pramuka memang seperti itu,” ujar Igun kepada Jurnal Depok, Rabu (26/2).

Igun meyakini, bahwa musibah tersebut bukanlah unsur kesengajaan atau sesuatu yang diinginkan oleh guru tersebut. Ia juga menilai jika memang bersalah tetap harus diproses hukum namun harus manusiawi.

“Guru merupakan orang yang terhormat, tidak harus dibotakin seperti itu. Ini yang menyuruh botakin begitu tega. Seorang pendidik kami yakin menginginkan bahwa anak-anak Pramuka menjadi orang yang handal. Ketika terjadi seperti itu bisa juga memafkan lalu diproses hukum secara wajar. Ini kan hukum masih berproses tapi perlakuan terhadap mereka kok seperti itu,” katanya.

Igun yang juga menjabat sebagai Pembina Yayasan Perguruan Sumarno (YPS) merasa sedih melihat kondisi tersebut. Dirinya tidak akan menghalang-halangi guru tersebut diproses secara hukum, namun harus diperlakukan secara wajar.

Dirinya berharap, agar ada pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa itu. Masalah bersalah atau tidak, kata dia, nanti akan ada proses peradilan.

“Kami juga mengajak kepada guru di Kota Depok untuk memberikan dukungan moral kepada mereka yang diperlakukan seperti itu. Mudah-mudahan ini juga menjadi sebuah pelajaran bagi guru di Kota Depok ketika ada kegiatan siswa di luar sekolah untuk mempertimbangkan lokasi, waktu dan cuaca. Mudah-mudahan tidak terjadi di Kota Depok,” ungkapnya.

Sementara itu, dilansir dari kumparan.com Polda DIY turut menyikapi cuitan akun @PBPGRI_OFFICIAl yang merasa geram terhadap tindakkan polisi. Terkait cuitan tersebut Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto memberikan tanggapan.

“Menyikapi protes yang disampaikan oleh akun PGRI tentang tahanan yang gundul. Propam Polda dari tadi pagi sedang melakukan pemeriksaan di Polres Sleman untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh anggota,” ujar Yuliyanto dalam keterangannya, Rabu (26/2)

“Jika nanti terbukti ada pelanggaran maka akan dilakukan tindakan kepada petugas yang menyalahi aturan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here