Pradi Sikapi Polemik Pasar Kemirimuka

67
Terlihat lengang area Pasar Kemirimuka

Beji | jurnaldepok.id
Polemik sengketa Pasar Kemirimuka, nampaknya masih belum selesai, pasalnya Pemerintah Kota Depok masih ragu untuk melepas aset Pasar Kemirimuka, padahal Pemkot Depok sudah kalah 9-0 atas PT Petamburan Jaya di pengadilan.

“Saya sudah dengar kalau kami Pemkot Depok kembali kalah di pengadilan, namun atas kekalahan ini kami masih akan menelaah kembali dan berkomunikasi dengan pengadilan tinggi Bandung. Karena bagi kami Pasar Kemirimuka ini muaranya kepentingan bersama dan masyarakat umum,” kata Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna.

Pradi juga mengaku, saat ini pihaknya akan berkomunikasi dengan pemerintah Jawa Barat untuk mengetahui awal mulanya proses penyerahan Pasar Kemirimuka. “Terkait apa akan dilepas atau tidak Pasar Kemirimuka, ya nanti dulu kami bicarakan lagi,” katanya.

Sama-sama kita ketahui bahwa gugatan banding yang diajukan Pemerintah Kota Depok terhadap PT Petamburan Jaya Raya terkait Pasar Kemirimuka, ditolak oleh Pengadilan Tinggi Bandung.

Sementara itu, kuasa hukum PT Petamburan Jaya Raya, Hendropriyono and Associate Hukum Ade Putra mengatakan pembacaan putusan dilakukan pada 16 Desember 2019 yang diketuai oleh hakim ketua Firzal Arzy di Pengadilan Tinggi Bandung.

“Dengan banding Pemkot Depok, ditolak di Pengadilan Tinggi Bandung, maka klien kami sudah menang 9-0 atas Pemkot Depok, terkait Pasar Kemirimuka,” ungkapnya.

Kasus ini sebenarnya bermula saat Pemkot Depok, melalui bagian Hukum melakukan gugatan kepada PT Petamburan Jaya Raya, dengan nomor Perkara 272/pdt/2018 terkait Pasar Kemirimuka di Pengadilan Negeri Kota Depok.

Namun gugatan yang dilakukan pemkot ditolak oleh Pengadilan Negeri Kota Depok, karena sebelumnya Pemkot Depok, melakukan hal yang sama yang ditolak juga oleh Pengadilan Negeri. Dengan ditolak kemudian melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung, dengan nomor perkara 517/PDT/2019/PT BDG Jo.

Gugatan Perkara No 272/Pdt.G/2018/PN Depok bila dikaitkan dengan perkara
No 36/Pdt.G/2009PN Bogor Tanggal 29 Maret 2010 Jo No 256/Pdt/2010 mengenai subyek, obyek putusan yang sebelumnya dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Maka majelis hakim Pengadilan Tinggi Bandung, dapat menyetujui dan membenarkan putusan Pengadilan Negeri Kota Depok, karena dalam pertimbangan hukumnya telah memuat dan menguraikan dengan tepat dan benar semua keadaan.

Dengan putusan tersebut, Hendropriyono mengatakan maka Pengadilan Negeri Kota Depok, sepatutnya untuk segera melakukan eksekusi lahan Pasar Kemirimuka, karena eksekusi sudah tertunda lama.

“Kami ingat dulu kalau PN Depok, menunda eksekusi karena masih ada perkara di Pengadilan dan bagaimana dengan perkara yang sudah Inckrah, kenapa sampai saat ini putusan tersebut tidak dijalankan oleh PN Depok,” tanyanya.

Hendro melanjutkan, jika semuanya telah di menangkan PT. Petamburan Jaya Raya, dan dinyatakan inkracht terhadap Pasar Kemirimuka, atas bukti kepemilikan berupa sertifikat HGB Nomor 68 atas nama PT. Petamburan Jaya Raya dinyatakan sah. Pihaknya meminta kepada Pengadilan Negeri Depok untuk menindak lanjuti hasil dari Keputusan tersebut yaitu melakukan eksekusi Pasar Kemirimuka.

“Klien kami, PT Petamburan Jaya Raya atau yang biasa disebut PT PJR ada di pihak yang benar, merupakan pemilik yang sah atas lahan beserta bangunan di Pasar Kemirimuka, Beji, Kota Depok sesuai dengan Sertifikat HGB no 68,” katanya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here